ID / EN
Berita Kampus

IPA Convex 2026: Dr. Dumex Pasaribu Presentasikan Temuan Baru Potensi Hidrokarbon Indonesia


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 9 Juni 2026
Dibaca: 16 kali
Kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat mendorong pentingnya eksplorasi sumber daya migas secara lebih efektif dan berkelanjutan. Salah satu tantangan utama dalam kegiatan eksplorasi adalah mengidentifikasi wilayah yang masih memiliki potensi hidrokarbon namun belum terpetakan secara optimal. 

Isu tersebut diangkat oleh salah satu dosen Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina, Dr. Dumex Sutra Pasaribu, yang berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian terbarunya dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 yang berlangsung pada 20 Mei 2026 di ICE BSD, Garuda Main Hall 2.

Dalam forum yang mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri energi dari berbagai negara tersebut, Dr. Dumex tampil sebagai oral presenter dengan membawakan paper berjudul New Insight into Hydrocarbon Prospectivity: The Role of Structural Framework in the Greater Tarakan Basin, North Kalimantan.

Penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai hubungan antara kerangka struktur geologi dan potensi akumulasi hidrokarbon di Greater Tarakan Basin, Kalimantan Utara.

Menurut Dr. Dumex, pemahaman terhadap kerangka struktur geologi menjadi salah satu kunci penting dalam mengurangi risiko eksplorasi migas. Struktur geologi tidak hanya mengontrol pembentukan cekungan dan migrasi hidrokarbon, tetapi juga menentukan lokasi akumulasi yang berpotensi menjadi sumber cadangan energi baru.

“Melalui penelitian ini kami mengusulkan adanya prospek hidrokarbon baru berdasarkan analisis kerangka struktur geologi yang berkembang di wilayah Greater Tarakan Basin. Temuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendukung kegiatan eksplorasi migas di masa mendatang,” jelasnya.

Isu ini menjadi semakin relevan karena sebagian besar cekungan migas matang di Indonesia telah dieksplorasi selama puluhan tahun. Untuk menjaga ketahanan energi nasional, diperlukan pendekatan ilmiah yang mampu membuka peluang penemuan cadangan baru melalui interpretasi geologi yang lebih komprehensif. 

Penelitian mengenai Greater Tarakan Basin memberikan wawasan baru mengenai wilayah yang masih memiliki peluang prospektif, sekaligus memperkaya basis data ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh industri energi dalam menentukan strategi eksplorasi berikutnya.

Partisipasi Dr. Dumex dalam IPA Convex 2026 juga menunjukkan kontribusi nyata akademisi Universitas Pertamina dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui riset yang aplikatif, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menyediakan solusi berbasis data untuk mendukung pengelolaan sumber daya energi nasional.

Selain mempresentasikan hasil penelitian, Dr. Dumex turut berpartisipasi dalam sesi peluncuran dan penawaran wilayah kerja migas baru Indonesia. Pada kesempatan tersebut, ia mempresentasikan dua wilayah kerja yang direncanakan masuk dalam skema regular tender pemerintah. Keterlibatan tersebut semakin memperkuat peran akademisi dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri.

Di sela kegiatan, Dr. Dumex juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa Universitas Pertamina untuk terus mengembangkan kompetensi akademik, menjaga integritas, serta aktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Menurutnya, kemampuan menghasilkan dan mengomunikasikan hasil penelitian menjadi salah satu pembeda penting bagi generasi muda yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Partisipasi Dr. Dumex dalam IPA Convex 2026 menjadi bukti bahwa riset yang dilakukan sivitas akademika Universitas Pertamina mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor energi nasional. 
Temuan yang dipresentasikan tidak hanya memperluas pemahaman mengenai potensi hidrokarbon Indonesia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut untuk mendukung eksplorasi energi yang lebih efektif dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui dukungan terhadap pengembangan dan ketahanan energi nasional berbasis riset, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi, penelitian, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri dalam menghasilkan solusi bagi sektor energi masa depan. [AH]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved