ID / EN
Berita Kampus

Bukan Cuma Pintar, Emma Sri Martini Bagikan 6 Bekal Mahasiswa agar Siap Hadapi Dunia Kerja


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 15 September 2026
Dibaca: 7 kali
Nilai tinggi dan kemampuan akademik belum tentu cukup untuk menghadapi dunia kerja. Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum memperkirakan hampir 40 persen keterampilan pekerja akan berubah hingga 2030. Selain kemampuan teknis, dunia kerja semakin membutuhkan kemampuan berpikir analitis, kreativitas, resiliensi, fleksibilitas, hingga kepemimpinan.

Bagi Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa perlu membangun bekal yang lebih luas sejak di bangku kuliah. Tidak cukup hanya pintar secara akademik, mereka juga perlu memiliki karakter, kemampuan mengeksekusi gagasan, dan kebiasaan mencari solusi.

“Pengetahuan memang penting, tetapi karakter bahkan lebih penting. Percuma kita memiliki banyak pengetahuan kalau tidak mampu memberikan dampak dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Emma saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Pertamina (UPER) Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium MyPertamina, Simprug, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

1. Jangan berhenti pada teori

Lantas, apa saja yang perlu mulai dibangun mahasiswa sejak masa kuliah? Berikut enam bekal yang ditekankan Emma agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia profesional.

Kuliah menjadi ruang untuk memperkaya pengetahuan, tetapi ilmu baru bernilai ketika mampu digunakan untuk menjawab persoalan. Emma mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada kemampuan menemukan masalah, tetapi juga terbiasa menawarkan solusi yang konkret.

Menurutnya, mengeksekusi gagasan seringkali lebih sulit daripada menghasilkan ide. Karena itu, mahasiswa perlu membiasakan diri mencari solusi yang dapat diwujudkan dan memberi dampak nyata.

2. Bangun karakter bersama pengetahuan

Prestasi akademik tetap penting, tetapi Emma menilai karakter menjadi fondasi dalam menggunakan ilmu. Integritas, ketekunan, dan kesungguhan membantu mahasiswa bertahan menghadapi tantangan sekaligus mengubah pengetahuan menjadi dampak yang lebih nyata.

Karena itu, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Cara menyelesaikan tugas, bekerja dalam tim, memegang komitmen, dan menghadapi kegagalan juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter profesional.

3. Latih kemampuan mengeksekusi

Salah satu kemampuan yang ditekankan Emma adalah driving execution, yakni kemampuan membawa ide hingga benar-benar terlaksana. Menurutnya, mahasiswa perlu belajar mengambil keputusan dan tidak berhenti pada teori.

Kemampuan ini dapat dilatih melalui proyek kelompok, organisasi, penelitian, maupun kegiatan sosial. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar mengeksekusi gagasan sekaligus bertanggung jawab atas hasilnya.

4. Biasakan membawa solusi, bukan hanya masalah

Kemampuan mengenali masalah penting, tetapi Emma menilai kualitas seseorang terlihat dari kemampuannya menawarkan solusi. Mahasiswa perlu membiasakan diri tidak berhenti pada keluhan, melainkan mencari pendekatan yang kreatif dan relevan untuk menyelesaikan persoalan.

Pola pikir ini penting karena dunia kerja membutuhkan individu yang mampu bergerak dari sekadar mengidentifikasi masalah menuju kemampuan menyelesaikannya secara nyata.

5. Manfaatkan kampus sebagai ruang mencoba

Berada di Universitas Pertamina memberi mahasiswa kesempatan untuk belajar langsung dari ekosistem industri yang luas. Menurut Emma, keterkaitan UPER dengan Pertamina Grup dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman di luar ruang kelas.

Karena itu, masa kuliah sebaiknya tidak hanya diisi dengan aktivitas akademik. Organisasi, proyek, penelitian, dan magang dapat menjadi ruang untuk memahami persoalan nyata sekaligus melatih kemampuan profesional.

6. Jadikan tantangan sebagai ruang berkarya

Perubahan global, kebutuhan energi, dan berbagai persoalan pembangunan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Emma melihat kondisi tersebut bukan hanya sebagai hambatan, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan menghadirkan solusi.

Menurutnya, pengetahuan perlu diperkuat dengan karakter serta kemampuan mengeksekusi gagasan. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diterjemahkan menjadi karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Emma menekankan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja perlu dibangun sejak masa kuliah. Pengetahuan, karakter, kemampuan mengeksekusi gagasan, dan keberanian mencari solusi perlu terus diasah agar mahasiswa mampu mengubah ilmu menjadi karya nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, UPER melantik 1.740 mahasiswa baru, terdiri atas 1.627 mahasiswa program sarjana dan 113 mahasiswa program magister. Para mahasiswa baru tersebut merupakan bagian dari 6.025 pendaftar yang mengikuti proses penerimaan mahasiswa baru UPER tahun ini. [IH]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved