Bagi anak yang tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal, perjalanan menuju pendidikan tinggi kerap membutuhkan perjuangan yang lebih panjang. Kondisi ekonomi keluarga, dukungan pengasuhan, hingga akses terhadap pendidikan dapat ikut menentukan kesempatan seorang anak untuk melanjutkan studi.
Bagi Devri, dukungan tersebut membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di tengah perjalanan keluarga yang tidak selalu mudah. Dibesarkan oleh seorang ibu tunggal membuatnya memahami bahwa keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Namun, pengalaman itu justru membentuk ketekunan dan keyakinannya untuk terus berusaha, termasuk ketika menghadapi kegagalan.
“Kita bisa gagal sepuluh kali, tetapi harus berani bangkit sebelas kali. Bagi saya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, tetapi menjadi dorongan untuk terus maju dan mencoba lagi,” kata Devri.
Bagi Devri, bangku kuliah menjadi ruang untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan penentu masa depan. Ia ingin menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk memperluas kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan membuka peluang yang lebih besar bagi dirinya maupun keluarganya. Pilihan menempuh Teknik Geofisika juga menjadi bagian dari langkahnya untuk terus bergerak maju setelah berbagai kegagalan yang pernah dihadapi.
“Keadaan mungkin tidak selalu berpihak kepada kita, tetapi selama masih mau bekerja keras dan tetap semangat, selalu ada kesempatan untuk bergerak maju,” ujarnya.
Semangat tersebut juga menjadi pesan yang ingin ia sampaikan kepada anak muda lain yang sedang menghadapi keterbatasan atau kegagalan. Menurut Devri, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda, tetapi keberanian untuk kembali mencoba dapat menjadi pembeda.
Di akhir, Devri menyampaikan apresiasi kepada Pertamina, Universitas Pertamina, serta keluarga yang telah mendukung perjalanannya. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat untuk terus belajar dan memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diterimanya dengan sebaik mungkin.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen UPER Berdampak, khususnya dalam memperluas akses pendidikan dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kompetensi sesuai potensi yang dimiliki.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4: Pendidikan Bermutu, yang mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Selain itu, akses pendidikan yang lebih luas turut mendukung SDGs ke-10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya membuka kesempatan pendidikan bagi calon mahasiswa dari latar belakang ekonomi yang beragam.
Dalam konteks pembangunan nasional, komitmen tersebut turut mendukung Asta Cita ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Tentang Beasiswa KIP-KKIP Kuliah (KIP-K) merupakan program bantuan pendidikan dari pemerintah yang ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Universitas Pertamina (UPER) turut membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan melalui program KIP Kuliah, dengan dukungan pembiayaan pendidikan selama masa studi serta bantuan biaya hidup sesuai ketentuan yang berlaku. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan potensinya.
[IH]