Transformasi industri global dan perkembangan rantai pasok berbasis teknologi mendorong meningkatnya kebutuhan talenta di bidang logistik. Data Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan subsektor transportasi dan pergudangan nasional tumbuh hingga 12,53 persen pada 2025, meningkat dibanding proyeksi tahun sebelumnya sebesar 9,52 persen (CNBC, 2025).
Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor logistik tidak lagi sekadar berkaitan dengan distribusi barang, tetapi telah berkembang menjadi bagian strategis dalam pengelolaan supply chain, analisis data, hingga pengambilan keputusan industri berbasis teknologi.
Melalui program sosialisasi ke lima sekolah di wilayah Jabodetabek, ARNAFEST 2026 hadir sebagai upaya memperkenalkan dunia logistik dan peluang pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 23 Jakarta pada 1 April 2026 dengan melibatkan siswa kelas 11.
Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif di ruang kelas. Tidak hanya menerima pengenalan kampus dan program studi, para peserta juga diajak memahami bagaimana perkembangan industri global turut mengubah cara kerja sektor logistik modern.
Diskusi berlangsung dinamis ketika siswa mulai mengenal konsep supply chain, distribusi berbasis teknologi, hingga peluang karier di industri logistik yang terus berkembang.
Panitia ARNAFEST 2026 bersama tim kaderisasi menyampaikan materi melalui metode interactive learning yang memadukan presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif mengeksplorasi isu logistik modern sekaligus memahami keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan industri global.
Selain itu, siswa diperkenalkan pada webinar ARNAFEST 2026 sebagai ruang eksplorasi pengetahuan mengenai perkembangan smart logistics, inovasi supply chain, hingga transformasi industri berbasis digitalisasi. Kegiatan ini turut membuka wawasan siswa bahwa logistik tidak hanya berkaitan dengan pengiriman barang, tetapi juga mencakup pengelolaan sistem industri yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Penanggung jawab ARNAFEST 2026, Kemas Muhammad Adenandrey Ardiansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai sosialisasi kampus, tetapi juga langkah awal membangun kesiapan generasi muda menghadapi perubahan industri yang semakin kompleks.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun literasi logistik sejak dini sekaligus membuka akses informasi pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Saat ini dunia kerja membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat dinamika industri global dan perkembangan teknologi supply chain,” ujarnya.
Menurutnya, masih banyak pelajar yang belum memahami luasnya cakupan sektor logistik dan peluang karier yang tersedia di dalamnya. Padahal, perkembangan industri berbasis global supply chain terus meningkatkan kebutuhan sumber daya manusia yang adaptif dan mampu mengikuti transformasi teknologi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta poin 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penguatan literasi logistik dan pengenalan transformasi industri berbasis teknologi kepada generasi muda.