ID / EN
Berita Populer

Di Balik MotoGP Mandalika: Bagaimana Motor dan Peralatan Balap Dikirim Antarnegara?


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 7 Oktober 2026
Dibaca: 26 kali
Pernah membayangkan bagaimana motor balap MotoGP, ban, dan suku cadang bisa berpindah dari satu negara ke negara lain dalam hitungan hari? Di balik aksi pembalap di lintasan, terdapat sistem supply chain andal yang memastikan seluruh kargo balapan tiba dengan aman dan tepat waktu.

Pada MotoGP Mandalika 2026, lima penerbangan carter dari Jepang membawa total sekitar 428,8 ton muatan utama menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat. Angka ini menunjukkan besarnya peran manajemen rantai pasok dalam mendukung ajang olahraga tingkat dunia.

Dari Jepang hingga Sirkuit Mandalika

Berdasarkan laporan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), kargo tersebut sebelumnya digunakan dalam penyelenggaraan MotoGP Jepang di Motegi pada 4 Oktober 2026. Setelah balapan berakhir, muatan diberangkatkan dari Bandara Internasional Narita menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok. Kargo tiba pada malam 5 Oktober 2026 dan mulai didistribusikan menuju Pertamina Mandalika International Circuit pada dini hari berikutnya.

Muatan yang dikirim tidak hanya terdiri atas armada motor balap MotoGP, Moto2, dan Moto3, tetapi juga mencakup ban, suku cadang (spare parts), peralatan penyiaran televisi, hingga kebutuhan operasional paddock. Seluruh perlengkapan teknis harus ditangani dan ditempatkan secara presisi agar siap digunakan sebelum sesi latihan dan balapan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

Bagaimana Kargo MotoGP Didistribusikan?

Setelah pesawat kargo tiba di Bandara Lombok, perlengkapan MotoGP masih harus dibongkar dan dikirim menuju sirkuit. PT Gapura Angkasa bersama konsorsium InJourney Aviation Services (IAS) menangani layanan darat atau ground handling, mulai dari kedatangan hingga keberangkatan kembali pesawat.  Pengangkutan dilakukan oleh Qatar Airways Cargo menggunakan Boeing 777 Freighter yang membawa kendaraan operasional, safety car, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Pada pengiriman tahap awal, sebanyak 98.085 kilogram kargo diangkut dari bandara menuju area paddock menggunakan 13 kendaraan trailer. Pengiriman melalui jalur darat ini mendapat pengawalan kepolisian untuk menjaga keamanan muatan dan kelancaran perjalanan.

Proses tersebut menunjukkan bahwa pengiriman logistik MotoGP membutuhkan kerja sama banyak pihak, mulai dari maskapai, petugas layanan darat, pengelola bandara, petugas bea cukai, hingga penyedia angkutan darat. Setiap pihak perlu berkoordinasi agar perlengkapan tiba dengan aman dan sesuai jadwal.

Bagaimana Rantai Pasok MotoGP Dikelola?

Sistem rantai pasok (supply chain) MotoGP dimulai dari perencanaan kebutuhan volume dan jenis muatan. Selanjutnya, kargo dikemas khusus (protective packaging) dengan memperhatikan karakteristik fisik serta faktor keamanan selama penerbangan.

Pengiriman lintas negara juga wajib memenuhi prosedur kepabeanan internasional. Untuk mempermudah impor sementara tanpa mengenakan bea masuk bagi barang yang akan diekspor kembali (seperti motor balap dan alat siar), logistik MotoGP memanfaatkan dokumen kepabeanan khusus seperti ATA Carnet. Sistem ini memangkas birokrasi pabean sehingga pemeriksaan barang di bandara kedatangan berjalan cepat dan legal.

Setelah gelaran balap selesai, rantai operasional berlanjut ke tahap reverse logistics. Seluruh perlengkapan dikemas ulang dan dikirim menuju lokasi balapan berikutnya di kalender MotoGP, menjadikan pengelolaan logistik ini berlangsung secara berkesinambungan.

Belajar Teknik Logistik dari Ajang Internasional

Kompleksitas operasional logistik pada skala internasional seperti MotoGP sangat erat kaitannya dengan topik pembelajaran pada Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina. Kurikulum di prodi ini membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis sistematis melalui berbagai mata kuliah utama, antara lain:

The Mandalika GP
  • Perencanaan dan Pengendalian Logistik: Mempelajari alur penjadwalan dan koordinasi distribusi barang.
  • Pengemasan dalam Logistik: Memahami proteksi fisik material dan efisiensi ruang kargo.
  • Sistem Pengendalian Persediaan: Mengelola ketersediaan suku cadang agar tidak terjadi lonjakan biaya atau kekurangan pasokan.
  • Analisis dan Estimasi Biaya Logistik: Memperhitungkan efisiensi anggaran pengiriman multimoda.
  • Sistem Distribusi dan Transportasi: Menentukan moda transportasi udara, laut, maupun darat yang paling efektif.

Konsep-konsep tersebut tidak hanya berlaku pada ajang balap dunia, tetapi juga menjadi pilar penting pada sektor manufaktur, perdagangan internasional, hingga industri energi yang bergantung pada kelancaran rantai pasok.

Pengelolaan rantai pasok MotoGP Mandalika selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui efisiensi transportasi dan kargo, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi logistik internasional. Kegiatan ini juga relevan dengan Asta Cita ke-3 dalam pengembangan infrastruktur dan industri pariwisata. Dalam semangat UPER Berdampak, Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri dan berkontribusi dalam pengembangan logistik serta rantai pasok nasional.

Daftarkan diri Anda dan bergabung bersama Universitas Pertamina.

Referensi:


Sumber Foto: Mandalika Grand Prix Association 


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved