ID / EN
Berita Populer

Karhutla dan Perubahan Iklim, Mengapa Indonesia Perlu Memperkuat Transisi Energi dan Ekonomi Hijau


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 25 September 2026
Dibaca: 15 kali
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan keberlanjutan pembangunan. Di tengah risiko perubahan iklim, penguatan transisi energi dan ekonomi hijau menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Indonesia menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kabut asap, merusak keanekaragaman hayati, serta mengganggu kegiatan sosial dan ekonomi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa perubahan iklim berkaitan dengan perubahan pola suhu dan curah hujan yang dapat meningkatkan risiko berbagai kondisi cuaca ekstrem, termasuk kekeringan di sejumlah wilayah.

Dampak karhutla juga meluas ke sektor ekonomi. Gangguan transportasi, penurunan produktivitas pekerja, meningkatnya biaya kesehatan, hingga kerusakan sumber daya alam dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan dunia usaha. Oleh karena itu, penanganan karhutla perlu dilakukan melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pencegahan dan pengawasan lingkungan hingga kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan risiko perubahan iklim.

Transisi Energi sebagai Bagian dari Solusi Jangka Panjang

Salah satu upaya penting untuk menghadapi perubahan iklim adalah memperkuat transisi energi menuju sistem yang lebih rendah emisi. Ketergantungan pada energi fosil menjadi tantangan dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca, sehingga pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, dan pemanfaatan teknologi rendah karbon perlu terus didorong.

Transisi energi tidak sekadar mengganti sumber energi, tetapi juga mencakup perubahan kebijakan, pola investasi, strategi industri, dan perilaku konsumsi masyarakat. Pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat perlu berkolaborasi agar transformasi tersebut dapat berjalan secara bertahap tanpa mengabaikan keterjangkauan energi, ketahanan pasokan, serta keberlangsungan lapangan kerja.

Penguatan ekonomi hijau juga membuka peluang ekonomi baru. Investasi pada energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan berpotensi menciptakan lapangan kerja serta mendorong inovasi. Namun, manfaat tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, dukungan pembiayaan, kepastian regulasi, dan sumber daya manusia yang mampu memahami hubungan antara aktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Peran Ekonomi dalam Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Keberhasilan transisi energi dan ekonomi hijau tidak hanya bergantung pada kemampuan teknologi, tetapi juga pada kualitas kebijakan dan pengambilan keputusan ekonomi. Pemerintah perlu mempertimbangkan biaya lingkungan dalam perencanaan pembangunan, sementara pelaku usaha perlu menilai risiko iklim dalam strategi investasi dan operasional mereka.

Analisis ekonomi dapat membantu menjawab berbagai pertanyaan penting: bagaimana pembiayaan transisi energi dapat dilakukan secara efektif, bagaimana insentif dapat mendorong industri rendah karbon, serta bagaimana dampak kebijakan lingkungan terhadap masyarakat dan dunia usaha dapat dikelola secara adil. Pendekatan ini penting agar kebijakan keberlanjutan tidak hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dalam jangka panjang.

Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami dinamika perekonomian dan tantangan pembangunan di tengah transformasi sektor energi. Pemahaman ekonomi dapat menjadi bekal untuk mengkaji hubungan antara kebijakan energi, investasi, industri, dan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam mendukung peralihan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Mendukung Asta Cita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Penguatan transisi energi dan ekonomi hijau sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita, khususnya upaya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi serta pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Agenda tersebut membutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi industri, investasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pada tingkat global, upaya ini juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Dengan demikian, penanganan karhutla dan transformasi ekonomi perlu dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan yang mengintegrasikan kepentingan lingkungan, ketahanan energi, dan kesejahteraan masyarakat.

Mempersiapkan Generasi yang Memahami Ekonomi dan Keberlanjutan

Karhutla dan perubahan iklim menunjukkan bahwa persoalan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan keputusan ekonomi dan arah pembangunan. Upaya pencegahan karhutla perlu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola sumber daya alam, pengembangan energi bersih, serta penerapan model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu memahami persoalan ekonomi secara komprehensif dan melihat peluang di tengah perubahan. Melalui pendidikan ekonomi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analitis untuk memahami tantangan industri, kebijakan energi, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Tertarik mempelajari ilmu ekonomi dan memahami tantangan pembangunan di era transisi energi? Kenali Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina dan persiapkan diri untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang kompetitif dan berkelanjutan. Informasi penerimaan mahasiswa baru dapat diakses melalui laman resmi Universitas Pertamina.

Sumber:
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) — Perubahan Iklim
https://www.bmkg.go.id/iklim/perubahan-iklim
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) — Informasi Kebencanaan
https://www.bnpb.go.id/berita
- International Energy Agency (IEA) — CO₂ Emissions in Energy
https://www.iea.org/topics/co2-emissions-in-energy
- United Nations Environment Programme (UNEP) — Climate Action
https://www.unep.org/explore-topics/climate-action
- Kementerian PPN/Bappenas — Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau
https://www.bappenas.go.id/

Foto: Kompas.id

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved