UPBringing: Energi Terbarukan Energi Masa depan Indonesia

Jakarta – Direktorat Kemitraan Kantor Wakil Rektor III Universitas Pertamina bekerjasama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “UPBringing : Energi Terbarukan Energi Masa depan Indonesia” dengan Dr. Surya Dharma (Ketua Umum Masyarakat Energi terbarukan) selaku narasumber, pada hari Jumat (21/09/18) di Auditorium, Gedung griya legita, Universitas Pertamina.

METI merupakan sebuah forum komunikasi, advocacy, konsultasi dan kerjasama antar pelaku energi terbarukan, yang bertujuan mempercepat peningkatan fungsi energi terbarukan dalam rangka penyediaan kebutuhan energi nasional yang bertujuan mendorong, memfasilitasi pelaksanaan Kebijakan Energi Nasional (KEN), melalui kerjasama dan koordinasi yang erat dengan asosiasi energi terbarukan, pengembang dan pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang dapat mendorong investasi dan pengembangan energi terbarukan. Selain itu sesuai dengan visinya METI berperan aktif dan efektif dalam mengadvokasi, mempromosikan dan mensosialisasikan manfaat energi terbarukan, terkait dengan pengembangan dan pemanfaatan teknologi serta untuk memenuhi kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan dan berkontribusi pada usaha mengatasi dampak pemanasan iklim global. Lebih lanjut Ketua Umum METI menyampaikan penggunaan energi tidak terbarukan yang dominan di Indonesia, dapat mengkhawatirkan ketahanan energi Indonesia. Dunia yang mulai melakukan diversifikasi ke arah energi terbarukan akan berdampak pada perkembangan ekonomi Indonesia di masa depan, jika tidak melakukan perubahan pola penggunaan bauran energi secara nasional. “Indonesia Mempunyai potensi energi terbarukan terkomplit di dunia dapat menjadi andalan Ketahanan energi masa kini dan masa depan”, pungkas Ketua Umum METI.

Dalam sesi tanya jawab Heri Siregar mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016 menanyakan tantangan pengembangan energi terbarukan khususnya pada dampak sosial masyarakat sebagai contoh pembangunan energi terbarukan di wilayah Gunung Slamet yang mempunyai tantangan yang rumit. Terkait hal tesebut Dr. Surya Dharma menjelaskan “para pemangku kepentingan dan masyarakat perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang energi terbarukan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan agar tidak terjadi kekeliruan atau konflik kepentingan di masyarakat”, ujarnya.

Kuliah Umum yang diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Pertamina Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama, Budi W. Soetjipto, Ph.D. dan Sekretaris Universitas Pertamina, Dr. Dofa Purnomo, terbagi dalam 2 (dua) sesi yakni, sesi pemaparan dan sesi tanya jawab. Dalam sesi pemaparan Dr. Surya Dharma menjelaskan tentang latar belakang METI, tren energi secara global, ketahanan dan kemandirian energi, pokok pokok persoalan energi, hingga potensi energi terbarukan Indonesia. (IH/ANF)