Universitas Pertamina Lahirkan Lulusan Siap Kerja Melalui Metode Project Based Learning

Jakarta, 18 Juni 2021 – Dalam laporan the Human Capital Index (HCI) 2020, Bank Dunia menyatakan nilai indeks pembangunan manusia Indonesia berada di angka 0,54. Skor ini masih jauh tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam dengan nilai 0,69, dan Singapura dengan nilai 0,88. Perbaikan skor HCI Indonesia bisa dilakukan dengan banyak hal. Salah satunya melalui penguatan sistem pendidikan agar SDM Indonesia lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendorong perguruan tinggi melakukan upaya peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA). Salah satunya melalui pelaksanaan Project Based Learning (PjBL) kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Ada delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk mengukur keberhasilan PjBL MBKM. Salah satunya yakni menghadirkan kelas kolaboratif dan partisipatif. Untuk mempersiapkan para lulusan bersaing di dunia kerja, Universitas Pertamina telah menghadirkan metode pembelajaran PjBL dalam beragam bentuk. Misalnya, mendorong mahasiswa mengikuti proyek penelitian gagasan dosen, membiasakan mahasiswa melahirkan inovasi melalui proyek ujian semester, dan mendukung mahasiswa dalam keikutsertaan di kejuaraan berbasis proyek penelitian.

“Universitas Pertamina juga senantiasa membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis melalui student centered learning. Sehingga, mahasiswa dapat berperan aktif selama perkuliahan, bukan hanya menerima bahan ajar tanpa pendalaman lebih lanjut,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, Budi W. Soetjipto, Ph.D., dalam wawancara daring, Jumat (18/06).

Revyra Phoebe adalah satu dari sekian banyak mahasiswa Universitas Pertamina yang telah berhasil mengaplikasikan metode PjBL. Keberhasilannya dibuktikan dengan lahirnya sebuah computer video game untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Phoebe mengaku terinspirasi membuat video game yang diberi nama TOEFL Adventure tersebut, karena keprihatinan pada teman-temannya yang mendapat nilai TOEFL tidak sesuai harapan.

“Dari survey kecil yang saya lakukan, setidaknya ada 30 persen mahasiswa yang mengaku nilai TOEFLnya belum memenuhi target. Sebagian kecil bahkan ada yang harus mengulang mata kuliah pengantar Bahasa Inggris,” pungkas Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer angkatan 2017 tersebut.

Video game tersebut, terdiri dari berbagai jenis permainan untuk melatih kemampuan Bahasa Inggris, seperti listening comprehension, structure and written expression, dan reading comprehension. Kesemua komponen dikemas dalam bentuk game menarik dimana pengguna diharuskan menjawab semua pertanyaan dengan benar untuk dapat mengalahkan lawan.

“Untuk memacu semangat kompetisi, saya juga menyematkan fitur ranking dan aksesoris yang dapat dibeli dengan menggunakan koin. Koin ini terkumpul dari skor selama permainan,” lanjut Phoebe. Tak hanya dalam bentuk battle, dalam section lesson, pengguna juga dapat mempelajari penggunaan preposition, article, dan tenses. Video game karya Phoebe tersebut, ia sumbangkan ke Laboratorium Bahasa Universitas Pertamina untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran. 

Budi menambahkan, dengan membiasakan mahasiswa mengerjakan projek dan melakukan eksperimen, mereka akan terbiasa untuk menciptakan inovasi. Melalui metode ini, mahasiswa juga akan terbiasa melakukan pendalaman pembelajaran berbasis riset terhadap permasalahan nyata yang terjadi di sekitarnya. “Dengan metode PjBL, kami berharap mahasiswa Universitas Pertamina memiliki kemandirian dan kreativitas untuk menjadi lulusan yang siap pakai. Sehingga, mereka akan mendapat pekerjaan yang layak sesuai dengan amanat dalam IKU kurikulum MBKM,” ujar Budi.

Bagi siswa siswi SMA yang ingin berkuliah di kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut, saat ini tengah dibuka Seleksi Nilai Rapor, Ujian Masuk Online, dan Seleksi Nilai UTBK untuk Tahun Akademik 2021/2022. Informasi lengkap pendaftaran untuk ketiga jalur masuk dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran.

Pendaftar di Seleksi Nilai Rapor juga berkesempatan memperoleh dua jenis beasiswa yakni Beasiswa Ujung Negeri dan Beasiswa Milenial Juara. Sedangkan pendaftar di Seleksi Nilai UTBK berkesempatan memperoleh Beasiswa GENKRAF. Ketiga beasiswa tersebut bernilai 3 Milyar Rupiah. Bersama kampus BUMN lainnya, Universitas Pertamina juga membuka peluang seleksi beasiswa APERTI BUMN senilai 650 Juta Rupiah. Informasi syarat dan ketentuan, serta tata cara dan periode pengajuan beasiswa dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/beasiswa/

Contact Appointment