Universitas Pertamina Gelar Dies Natalis ke-2

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Akhmaloka, Ph.D membuka acara sidang terbuka pada acara Dies Natalis ke-2 Universitas Pertamina pada, Kamis (1/2/18) di Gd Persatuan Wanita Patra, Jakarta.

JAKARTA — Universitas Pertamina menggelar Dies Natalis ke-2 di Gedung Persatuan Wanita Patra, Simprug, Jakarta, pada Kamis (01/2/2018). Dalam perayaan dua tahun berdirinya Universitas Pertamina turut hadir Rektor Universitas Pertamina, Prof. Akhmaloka Ph.D, para pimpinan rektorat Universitas Pertamina dan tamu undangan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Pertamina, Prof. Akhmaloka mengungkapkan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju pada 2045. “Tentunya untuk mencapai visi tersebut, hanya mengandalkan kuantitas penduduk usia produktif tanpa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai akan membuat bonus kuantitas demografi tersebut menjadi demographic disaster,“ ujarnya.

Disamping itu Universitas Pertamina bertransformasi dari hanya sekadar research university menjadi entrepreneurial university. Langkah tersebut dilakukan agar institusi pendidikan tinggi ini dapat mengambil peran penting dalam pembangunan SDM, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta beradaptasi dengan tantangan di masa depan.

Demi menuju entrepreneurial university, Universitas Pertamina telah menjalin kemitraan dengan sektor industri, pemerintah, dan asosiasi profesi. Kerja sama dengan sektor industri di antaranya dengan PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaannya, Halliburton Indonesia, PT Pelita Air Service, Innovasia Training & Consulting, dan PT Tugu Pratama Indonesia.

Universitas Pertamina pun berkolaborasi dengan universitas dan industri yang ada di luar negeri. Di antaranya, bekerja sama dalam program pertukaran pelajar dengan IESEG, Lille Chatolic University, Perancis; Toyohashi University of Technology, Japan; National Institute of Technology, Akashi College, Japan; University of Twente, Belanda. Pada 2017 Universitas Pertamina telah mengirim 6 mahasiswa ke IESEG, Perancis untuk belajar selama 6 bulan. “Pada 2018 kami merencanakan untuk mengirim 15-20 mahasiswa ke Jepang dan Eropa Barat,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar mengatakan, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia masih terkendala masalah pendanaan walaupun potensinya sangat melimpah. Arcandra juga menegaskan, Univeristas Pertamina nantinya akan dijadikan laboratorium terbesar di Indonesia khususnya untuk sektor energi. “Diharapkan mahasiswa/i dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan energi di Indonesia. Targetnya lahirkan anak bangsa yang memiliki ide teknologi baru,” katanya. Lebih lanjut, Arcandra juga memaparkan beberapa kendala terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia.

Selanjutnya perayaan Dies Natalis ke-2 Universitas Pertamina dimeriahkan oleh penampilan UKM Angklung dan paduan suara, kemudian ditutup oleh penandatanganan MOU dan pemberian perhargaan kepada mahasiswa berprestasi. (anf)

Contact Appointment