Universitas Pertamina Dukung Digitalisasi Sektor Migas Melalui Pendirian Pusat Studi

Jakarta, 9 Juni 2021 –  Teknologi kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan Artificial Intelligence (AI), beberapa tahun terakhir telah menjadi tren dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Menurut McKinsey & Company, penggunaan AI berpotensi meningkatkan produktivitas global hingga 13 Triliun USD. Sementara itu, hasil riset International Data Corporation (IDC) pada tahun 2018 menunjukkan penggunaan AI di kawasan Asia Pasifik menembus angka 14 persen. Dari hasil survey, ditemukan setidaknya 24,6 persen organisasi di Indonesia sudah mengadopsi teknologi AI. Ini membuat Indonesia menjadi pemimpin di kawasan ASEAN.

Di Indonesia, teknologi AI merupakan salah satu dari lima teknologi prioritas guna mendukung agenda nasional “Making Indonesia 4.0”. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengakselerasi efisiensi di berbagai sektor industri, termasuk industri migas. Peluang ini, kemudian dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan migas. AI dikembangkan untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dalam memberi akurasi, kualitas, serta kecepatan pemrosesan data.

Sebagai kampus besutan perusahaan migas nasional, Universitas Pertamina (UP) memiliki tanggung jawab sosial untuk menghasilkan inovasi di bidang bisnis dan teknologi energi, khususnya migas. “Kami melihat peluang yang sangat besar dalam pengembangan AI di industri migas. Para dosen di Fakultas Teknologi Eksplorasi & Produksi dan Fakultas Sains & Ilmu Komputer kemudian menginisiasi pembentukan pusat studi Geosciences Intelligence and Advanced Computing (GAIA). Pusat studi ini diharapkan dapat memberikan perspektif dan analisa dalam pengambilan keputusan di sektor migas kepada para pemangku kepentingan,” ungkap Agus Abdullah, Ph.D., Ketua Pusat Studi GAIA dalam wawancara daring, Selasa (8/6).

Dalam kurun waktu satu tahun sejak didirikan, GAIA telah memiliki beberapa kerjasama dengan industri dan lembaga penelitian. Setidaknya tiga proyek penelitian digarap bersama Innovation and New Venture (INV) PT Pertamina (Persero), 1 proyek penelitian dilakukan dengan Pertamina Hulu Sanga-Sanga, dan 1 proyek penelitian sedang dijalankan dengan Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Center Universitas Syah Kuala.

Salah satu proyek kerja sama dengan INV yang mendulang sukses, adalah pembuatan aplikasi untuk penargetan sumur bor. Aplikasi ini diberi nama PERTARAY. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memperoleh gambaran riil kondisi di bawah permukaan tanah. Sehingga, pengguna dengan mudah mengidentifikasi apa yang terkandung di dalamnya. “Selain berguna untuk efisiensi waktu, tenaga, dan biaya, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi eksplorasi dan produksi yang berada di wilayah terpencil atau dengan kondisi yang unik. Sehingga, hambatan-hambatan eksplorasi migas dapat teratasi,” pungkas Agus.

Kehadiran para dosen berlatar belakang pendidikan cemerlang, didukung dosen praktisi dengan pengalaman segudang, membuat UP unggul dalam hal pengembangan keilmuan di bidang migas. Hal ini dibuktikan dengan capaian prestasi para mahasiswa dalam berbagai kejuaraan bergengsi bertema migas di kancah nasional dan internasional. Selain didorong untuk mengikuti lomba, para mahasiswa juga seringkali diikutsertakan untuk terlibat dalam proyek penelitian para dosen.

Wijoyo Wisnu Mukti, mahasiswa program studi Ilmu Komputer Angkatan 2018 misalnya, ikut terlibat dalam pengembangan perangkat lunak pengolahan data seismik berbasis web dan cloud. Proyek kolaborasi pusat studi GAIA dengan INV ini, memungkinkan pada pekerja migas untuk tetap produktif melakukan pekerjaan eksplorasi kapan saja dan di mana saja, tanpa dibatasi ruang dan waktu. “Terlibat secara langsung dalam proyek semacam ini membuat saya dapat mengaplikasikan pembelajaran yang saya dapatkan di kelas. Lebih jauh lagi, saya jadi mengetahui kondisi riil di industri energi saat ini dan ikut serta memberikan sumbangsih bagi optimalisasi eksplorasi migas,” ungkap Wijoyo.

Tantangan bisnis migas di masa depan, akan berkali-kali lipat lebih sulit. Digitalisasi proses bisnis migas, seperti penggunaan AI, dinilai berpotensi mengurangi risiko bisnis yang besar. Efisiensi dari penggunaan teknologi AI, juga dinilai akan menggenjot produksi. Sehingga, kebutuhan masyarakat akan energi dapat senantiasa terjamin. Universitas Pertamina sebagai pusat pengembangan iptek, telah berkomitmen untuk ikut terlibat secara aktif dalam menghasilkan inovasi bisnis dan teknologi energi, salah satunya melalui kinerja pusat studi GAIA. [Pr]

Contact Appointment