Universitas Pertamina Adakan FGD untuk Siapkan Sumber Daya Unggul Hadapi Perubahan Dunia

FGD Batch 2. Jakarta, 22 Januari 2020

Jakarta— Disrupsi era Industri 4.0 membawa dampak yang signifikan pada banyak industri, tak terkecuali industri minyak dan gas bumi (migas). Berdasarkan McKinsey Energy Insights- Global Energy Perspective tahun 2019, permintaan minyak bumi akan mengalami perlambatan pertumbuhan dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada sekitar tahun 2030, sedangkan gas bumi juga akan bertumbuh namun akan mencapai puncaknya pada tahun 2035. Di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan SKK Migas tahun 2018, terjadi fenomena yang berbeda dimana konsumsi minyak bumi semakin meningkat sedangkan produksinya semakin menurun sehingga menciptakan kesenjangan yang semakin besar.

Bagi perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia, kedua fenomena di atas menimbulkan tantangan berupa pencarian dan penemuan sumber minyak bumi baru untuk mengurangi kesenjangan produksi dan konsumsi minyak bumi di Indonesia. Namun di lain pihak, perusahaan-perusahaan tersebut harus mulai memikirkan alternatif energi baru dan terbarukan guna mengantisipasi permintaan migas yang akan stagnan pada 10 sampai 15 tahun mendatang. Kedua tantangan tersebut menuntut perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia untuk melakukan berbagai penyesuaian khususnya peran SDM industri migas di masa mendatang.

Guna menjawab tuntutan di atas, Universitas Pertamina bersama dengan SKK Migas mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik “Redefining the Future of HR in Oil and Gas Industry: Challenges and Opportunities in Indonesia”. FGD dilaksanakan dalam 2 batch, yaitu pada tanggal 15 Januari 2020 yang berlangsung di Ruang Simatupang 1, Hotel Aston Priority Simatupang dan 22 Januari 2020 yang berlangsung di Ruang Merapi, Hotel Sultan. Tujuan FGD adalah untuk mendiskusikan dan merangkum peran SDM di perusahaan migas di Indonesia dalam menghadapi tantangan nasional dan global serta menggali gagasan dan pemikiran terkait langkah-langkah strategis dalam menghadapi perubahan peran SDM industri migas di masa mendatang.

FGD Batch 1. Jakarta, 15 Januari 2020.

Forum ini dihadiri oleh para pimpinan fungsi SDM dari perusahaan kontraktor migas di Indonesia, antara lain BP Berau Ltd, Chevron Pacific Indonesia, Petronas Carigali, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina EP, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Eni Muara Bakau BV, Repsol Indonesia, Conoco Phillips Grissik, Medco EP Indonesia, Exxon Mobil Indonesia, PetroChina, dan Inpex Corporation.

FGD Batch 2. Jakarta, 22 Januari 2020

Budi W. Soetjipto, Ph.D., selaku Wakil Rektor III Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina menjelaskan bahwa FGD ini memberikan insight dalam membekali mahasiswa dan menyiapkan lulusan yang dapat menyesuaikan terhadap perubahan peran SDM industri migas di Indonesia. Selain itu FGD ini menjadi sarana untuk menjajaki kolaborasi antara Universitas Pertamina dan perusahaan-perusahan migas di Indonesia. Harapannya, FGD dimaksud dapat menjadi suatu langkah awal bagi Universitas Pertamina untuk berkontribusi demi kemajuan Indonesia khususnya di sektor migas.

Contact Appointment