Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitas Insinyur Indonesia Melalui Sertifikasi Profesi

Jakarta – Dimulainya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuka peluang bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja domestik agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing, salah satunya melalui sertifikasi profesi.

Dalam rangka mempersiapkan para calon insinyur untuk menghadapi persaingan di era MEA, Universitas Pertamina bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) melaksanakan kegiatan UPbringing: Meet the Leader dengan tema “Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas Insinyur Indonesia”, pada hari Kamis, 14 Februari 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Griya Legita, Kompleks Universitas Pertamina dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan dari Universitas Pertamina, perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), jajaran direksi PT Pertamina Training & Consulting (PTC) serta sejumlah dosen dan mahasiswa dari Universitas Pertamina.

Dalam pemaparannya, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc (Eng), IPU, menyampaikan bahwa guna meningkatkan kompetensi SDM dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia, para insinyur diharuskan memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). STRI didapatkan melalui program profesi keinsinyuran. Ketentuan ini diatur dalam Undang Undang (UU) No. 11 Tahun 2014 Tentang Keinsinyuran. Dalam UU tersebut juga disebutkan bahwa seorang insinyur yang melakukan praktek keinsinyuran tanpa STRI akan dipidana sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Dikatakan seorang insinyur itu berkompeten apabila dia sudah mampu untuk melakukan suatu pekerjaan. Para sarjana teknik yang baru lulus, umumnya berada pada level ‘paham’. Untuk naik ke level ‘mampu’ itulah mereka harus mengambil program profesi keinsinyuran dan mendapatkan STRI sebelum terjun langsung ke lapangan.” Ia menambahlan.

Selain peningkatan kompetensi melalui sertifikasi profesi, para insinyur juga dituntut untuk selalu bersikap profesional dalam melaksanakan tugas harian, misalnya senantiasa mengedepankan aspek safety dalam membangun infrastruktur yang berkualitas. Peningkatan kompetensi dan profesionalitas para insinyur ini diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Contact Appointment