Tim Universitas Pertamina Berikan Solusi Pengelolaan Sumber Daya Air di Ibukota Baru

Jakarta–Di tengah pandemi Covid19, tekad mahasiswa Universitas Pertamina untuk mengukir berprestasi tidak pernah padam. Hal ini terbukti dengan Tim Universitas Pertamina yang berhasil memperoleh juara pertama pada kompetisi LKTIN CIVIL PROJECT 2020. Juara kedua diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopembersedangkan juara ketiga diraih oleh tim dari Institut Teknologi Kalimantan.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo yang berlangsung dari 3 Februari hingga 23 Juni 2020 dengan tema “Mewujudkan infrastruktur Berkelanjutan di Ibu Kota Baru”. Acara ini diselengarakan dengan tujuan memperkenalkan dunia sipil kepada mahasiswa umum dan untuk mewadahi mahasiswa dalam memberikan inovasi mewujudkan infrastruktur berkelanjutan khususnya di ibukota baru.

Tim dari Universitas Pertamina beranggotakan Jihandini Rhodiya Ahyary, Prodi Teknik Kimia angkatan tahun 2016; Meliana Nur Savitri, Prodi Kimia angkatan tahun 2017; dan Wahyu Tri Mulyono, Prodi Teknik Perminyakan angkatan tahun 2018. Tim berhasil mendapat juara pertama dengan mengusung topik “MAROTS (Smart Reverse Osmosis Technology System) untuk Pengelolaan Sumber Daya Air di Ibukota Baru”. Penelitian tersebut membahas isu air bersih di ibukota baru yang kabarnya kurang memenuhi kebutuhan. Karena ibukota baru berada di pesisir, tim memanfaatkan air laut yang melimpah sebagai sumber daya utama yang akan diolah menjadi air bersih. Dengan memanfaatkan prinsip reverse osmosis dan IoT. tim membuat instalasi pengolahan air yang terkoneksi dengan internet. Selain itu, instalasi pengolahan air terintegrasi yang didesain ini dihubungkan dengan pabrik garam sehingga tidak menghasilkan sampah (zero waste). Satu-satunya limbah yang dihasilkan berupa brine yaitu air dengan konsentrasi garam sangat tinggi sehingga dapat diolah menjadi garam.

Pengumuman Hasil Pemenang LKTIN CIVIL PROJECT 2020, 23 Juni 2020.

Dr.Eng. Paramita Jaya Ratri M.Si. selaku Wakil Dekan Fakultas yang menaungi Prodi Teknik Perminyakan dan Prodi Kimia sangat mengapresiasi prestasi tim mahasiswa ini. “Prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa kami tersebut adalah suatu hal yang patut dibanggakan dan bisa dijadikan motivasi bagi mahasiswa lainnya. Sementara mahasiswa lain disibukkan oleh pembelajaran jarak jauh (elearning) saat pandemi COVID 19, para mahasiswa tersebut masih bisa meluangkan waktu mereka untuk melakukan inovasi terhadap isu yang akan terjadi pada ibukota  baru ke depannya. Selain itu, hasil inovasi tersebut merupakan bentuk nyata dari kolaborasi multidisplin ilmu yang menghasilkan produk yang aplikatif. Ke depannya mata kuliah Proyek Multidisiplin yang menjadi mata kuliah wajib di Universitas Pertamina diharapkan dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang brilian untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat” tuturnya.

Semoga prestasi ketiga mahasiswa ini menjadi cikal bakal prestasi mahasiswa Universitas Pertamina yang lain di tengah situasi dan kondisi pandemic COVID 19 yang belum stabil, ya.

*Uha

Contact Appointment