Sambutan Rektor Universitas Pertamina pada Sidang Terbuka Dies Natalis Universitas Pertamina Ke-1 “Peluang dan Tantangan Sumber Daya Manusia Indonesia Menyambut 100 Tahun Kemerdekaan”

Yang kami hormati,

Bapak Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bapak Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. beserta para Direksi.

Ketua Dewan Penasehat (Advisory Board) Universitas Pertamina, Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA.

Pimpinan dan anggota Dewan Penasehat Universitas Pertamina.

Para Pengelola Universitas Pertamina.

Rekan-rekan dosen dan tenaga kependidikan.

Para mahasiswa baru Universitas Pertamina yang saya banggakan.

Para undangan dan hadirin sekalian yang saya muliakan.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat Pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan ridha-Nya sehingga pada pagi hari ini, Rabu, 1 Februari 2017 kita semua bisa hadir dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Pertamina yang pertama. Sampai hari ini, alhamdulillah Universitas Pertamina telah melakukan banyak hal dalam rangka berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam konteks ini, adalah suatu keharusan bagi kita untuk meningkatkan sumbangsih nyata Universitas Pertamina bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pendidikan tinggi dan pengembangan ipteks memiliki peran strategis bagi Negara Republik Indonesia. Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menegaskan bahwa tujuan pendirian negara, antara lain, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak mungking suatu negara sanggup memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa adanya penguasaan ipteks dan pendidikan tinggi yang maju.

Para undangan dan hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan ini, perkenankan kami mengetengahkan suatu hal yang menurut hemat kami perlu kita cermati bersama, yaitu tentang peluang dan tantangan sumber daya manusia Indonesia menyambut 100 tahun kemerdekaan.

Para undangan dan tamu yang saya muliakan

Di masa depan, meningkatnya intensitas interaksi antarbangsa, sering disebut globalisasi, membuat semakin tinggi pula kompleksitas permasalahan pembangunan bangsa. Sebagai sebuah ilustrasi, krisis energi sebagai akibat pesaingan ekonomi antara bangsa-bangsa berindustri maju berimbas pada masalah lingkungan dan krisis pangan pada bangsa-bangsa lain. Sebagai ilustrasi lain, perdagangan global telah membuka peluang bagi pelaku-pelaku baru untuk masuk dalam rantai pasokan industri global (global industrial supply chain). Untuk memanfaatkan peluang perdagangan global, pelaku baru perlu melakukan adaptasi-adaptasi terhadap pelaku-pelaku yang lain di sepanjang rantai pasokan industri global.

Proses adaptasi tersebut pastinya membutuhkan penguasaan ipteks yang baik yang dapat diperoleh dari pendidikan tinggi. Namun, kondisi miris yang kita hadapi sekarang adalah jika kita lihat profil sumber daya manusia Indonesia, rata-rata lama pendidikan masyarakat kita baru pada angka 7-8 tahun, artinya rata-rata masyarakat Indonesia belum lulus SMP. Tingkat pendidikan SDM Indonesia tahun 2010, hanya 7,2% yang mengenyam pendidikan tinggi, 22,4% berpendidikan menengah, dan sisanya 70,4% masih berpendidikan dasar. Bila dibandingkan dengan negara tetangga kita pada tahun yang sama SDM Malaysia (20,3% PT, 56,3% berpendidikan menengah, dan 24,3% pendidikan dasar). Suatu negara dinyatakan sebagai negara maju oleh OECD bila tingkat SDM-nya 40,3% pendidikan tinggi, 39,3% berpendidikan menengah, dan 20,4% berpendidikan dasar. Dari data-data di atas terlihat bahwa kita masih punya pekerjaan rumah yang besar untuk dapat memanfaatkan bonus demografi dan menjadi negara maju.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya hormati,

Dalam sambutannya pada acara Refleksi Akhir Tahun 2016 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2016, Menristek DIKTI menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia masih didominasi oleh perguruan tinggi akademik di mana lulusannya kurang relevan dengan kebutuhan industri. Berdasarkan data Forlap Ristekdikti per Januari 2017, jumlah politeknik hanya 250 buah, institut 143, dan PT akademi 1.106 institusi. Selebihnya didominasi oleh sekolah tinggi sebanyak 2.438 dan universitas 551 institusi.

Dari 4,9 juta mahasiswa yang mengenyam perguruan tinggi, sekitar 3,9 juta atau 64,6% di antaranya mengambil bidang pendidikan, ekonomi, sosial, humaniora, dan seni. Selebihnya, hanya 1,7 juta atau 35,4% mahasiswa yang mengambil bidang matematika, ilmu pengetahuan alam, kesehatan, teknik, serta pertanian. Mahasiswa vokasi bidang science, technology, engineering, and mathematics/ STEM hanya 5,6 persen.

Data tersebut menggambarkan bawa lulusan perguruan tinggi Indonesia lebih banyak didominasi oleh bidang social science. Hanya 35,4% persen mahasiswa lulusan engineering dan natural sciences, pertanian dan kesehatan. Padahal jika kita tengok Korea Selatan, diatas 70% mahasiswa perguruan tinggi di sana mengambil bidang engineering dan natural sciences. Untuk pengembangan Infrastruktur dan manufaktur dari Indonesia, justru program studi engineering yang harus dominan. Percepatan pembangunan infrastruktur yang ditargetkan oleh Bapak Presiden RI membutuhkan banyak SDM yang memiliki kompetensi di bidang engineering dan nutural sciences. Maka, pendidikan tinggi yang berbasis pada engineering dan natural sciences harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut.

Universitas Pertamina adalah satu dari sedikit universitas di Indonesia yang mayoritas mahasiswanya mengambil program studi engineering. Di tahun pertama, dari 1.235 mahasiswa yang diterima, 900 mahasiswa mengambil studi di bidang engineering atau minimal mendapatkan mata kuliah basic sciences (Kalkulus, Fisika, dan Kimia) yang kuat. Universitas Pertamina hadir salah satunya untuk mengisi kekurangan tenaga teknik.

Kajian-kajian di Universitas Pertamina difokusan untuk bidang energi dan bisnis energi dengan ditopang oleh social science yang kuat. Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi dibutuhkan untuk menopang jalannya bisnis energi. Banyak inovasi-inovasi yang baik dan berguna bagi masyarakat hanya menjadi tumpukan hasil penelitian usang di laboratorium karena tidak bisa dikomunikasikan dengan baik kepada stake holder. Banyak pula penemuan-penemuan yang seharusnya bisa dijual dengan harga mahal, justru diobral karena gagal dalam memasarkan produk.

Bapak/ Ibu para undangan yang kami hormati,

Salah satu masalah yang dihadapi oleh program studi engineering adalah  biaya kuliah yang mahal. Inilah salah satu hal yang biasanya menjadi penyebab universitas swasta menghindari untuk membuka program studi engineering. Perguruan tinggi yang membuka program enginering idealnya dituntut untuk memiliki laboratorium yang baik yang tentu biayanya tinggi. Pada aspek inilah, Universitas Pertamina sebagai perguruan tinggi yang lahir dari dunia industri energi berkomitmen untuk berkontribusi maksimal untuk menyediakan pendidikan yang bisa dijangkau oleh semua kalangan dan menghasilkan lulusan yang dapat mengisi kurangnya SDM di dunia industri.

 

Universitas Pertamina sejak awal didirikan telah berkomitmen untuk mengisi dunia industri dengan sarjana-sarjana yang kompeten di bidangnya masing-masing. Universitas Pertamina didirikan untuk menghasilkan sarjana plus, yaitu lulusan yang memiliki kecendikiaan sekaligus memiliki kecakapan untuk mengisi pos-pos industri. Lulusan Universitas Pertamina akan menjadi scholar atau cendekia yang tidak hanya menguasai keilmuan, namun juga memiliki karakter profesional.

Untuk menghasilkan sarjana dengan kecendikiaan yang dalam dan berkarakter profesional, Universitas Pertamina telah menyusun kurikulum dengan standar pendidikan global. Pada tahun pertama, di semester satu dan dua, mahasiswa diberikan mata kuliah sains dasar. Universitas Pertamina ingin mematahkan anggapan bahwa universitas yang didirikan oleh korporat seringkali tidak mumpuni dalam aspek scientific. Maka, di tahun pertama inilah mahasiswa akan dibekali mata kuliah sains dasar untuk menguatkan logical and critical thinking dari para mahasiswanya.

Dengan meningkatnya kebutuhan di dunia industri, maka Universitas Pertamina memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari kalangan praktisi dalam penguatan di bidangnya masing-masing. Proses belajar mengajar mengarah kepada kompetensi di bidang industri, khususnya industri energi dan energi terbarukan. Hal ini sangat mungkin dilakukan karena Universitas Pertamina memiliki dukungan fasilitas dan kedekatan dengan industri (close to the industry), bahkan Universitas Pertamina lahir dari dunia industri, yaitu PT Pertamina (Persero), BUMN di bidang energi terbesar di Indonesia.

Hadirin yang saya hormati,

Selama satu tahun berjalan, berbagai perkembangan dan kemajuan telah diraih oleh Universitas Pertamina, walaupun tentunya, sepanjang perjalan di tahun pertama, ada hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Di antara beberapa pencapaian di tahun pertama, selain fokus kepada penyediaan infrastruktur dasar yang meliputi pembangunan kampus I, ruang kuliah, laboratorium dan penyiapan sistem pembelajaran dan administrasi, Universitas Pertamina juga telah melakukan beberapa program kerjasama dalam rangka mewujudkan visi menjadi universitas kelas dunia (world class university) di bidang energi. Universitas Pertamina telah menjalin kerjasama yang terkait pengembangan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan universitas dan industri yang ada di dalam negeri maupun luar negeri di antaranya MoU dengan Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pertahanan, dan Rotterdam School of Management (RSM), Belanda. Universitas Pertamina juga telah melakukan perjanjian kerjasama untuk pertukaran mahasiswa dan double degree dengan IÉSEG School of Management, Université Catholique de Lille, Perancis, dan kerjasama penelitian dengan University of Groningen. Di samping itu baru-baru ini Universitas Pertamina juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Universiti Teknologi Petronas dan kerjasama penelitian dengan Ibnu Sina Institute (Center of Excellence) di UTM. Melalui kerjasama ini, mahasiswa dari kedua universitas dapat saling belajar dan bertukar informasi melalui kegiatan pertukaran mahasiswa maupun kegiatan lainnya.

Pada hari ini, genap satu tahun usia Universitas Pertamina, semangat kita tentunya masih tetap sama dengan apa yang telah dikemukakan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) saat meresmikan universitas ini tahun lalu, yaitu semangat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa menghadapi persaingan di kawasan ASEAN dan global. Universitas Pertamina akan berusaha keras untuk dapat berkontribusi optimal dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Universitas Pertamina akan berkontribusi dalam proses pembangunan dan pensejahteraan bangsa dengan berpegang pada visi Universitas Pertamina yang diharmoniskan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hadirin yang saya muliakan,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita akan membiasakan sebuah tradisi peringatan Dies Natalis Universitas Pertamina yaitu orasi ilmiah yang berjudul “Upaya Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Tengah Persaingan Global” yang akan disampaikan oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA., Ketua Advisory Board Universitas Pertamina.

Kami mengucapkan terima kasih atas pencurahan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan untuk menyiapkan orasi ilmiah tersebut. Semoga Allah membalas kebaikan beliau dan seluruh hadirin dapat menyimak dengan baik dan dapat memetik manfaat dari pemaparan yang disampaikan.

Perkenankan juga pada kesempatan Dies Natalis yang berbahagia ini, saya atas nama Rektor Universitas Pertamina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sivitas akademika dan para pegawai Universitas Pertamina yang telah meraih prestasi yang membanggakan kita semua dalam periode 2016 sampai 2017.

Bapak/ Ibu para undangan dan hadirin yang kami hormati

Sebagai akhir dari sambutan ini, marilah kita panjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, dan bimbingan-Nya kepada kita semua, sehingga Universitas Pertamina dan seluruh sivitas akademiknya mampu berkontribusi maksimal dalam pengayaan khazanah keilmuan serta dalam proses pembangunan bangsa dan negara kita yang tercinta ini. Amin, Amin ya Rabbal ‘alamin.

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Prof. Akhmaloka, Ph.D.

Rektor UP

Contact Appointment