Pandemi Tak Menyurutkan Mahasiswa Program Studi Raih Medali Perunggu Pada Ajang Knmipa 2020

Jakarta–Kabar baik datang dari salah satu mahasiswa Program Studi Teknik Kimia. Bagus Bachtiar, Mahasiswa angkatan tahun 2017 berhasil meraih Medali Perunggu pada Kompetisi Nasional Matematika IPA  (KNMIPA) Tahun 2020 Bidang Kimia.

KNMIPA adalah kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kompetisi tahun ini berlangsung sejak 26 Juli 2020 hingga 10 September 2020 dengan 4 bidang lomba, diantaranya Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun ini membuat KNMIPA diselengarakan secara daring. Melalui kompetisi ini, pemerintah berupaya memberdayakan mahasiswa untuk mendorong daya saing bangsa.

Pada tahap awal seleksi, pihak Universitas Pertamina mengadakan seleksi terbuka untuk semua mahasiswa. Pada tahap awal menghasilkan sebanyak 7 mahasiswa menjadi perwakilan tiap bidangnya. Kemudian, peserta mengikuti pembinaan secara berkala via daring dari dosen pembimbing. Dari pembekalan tersebut juga dikenalkan sistem dan kriteria yang biasanya digunakan dalam KNMIPA. Setelah melewati tahapan pembekalan, mahasiswa diseleksi kembali menjadi 3  peserta untuk mengikuti tahap seleksi wilayah. Pada tahap seleksi wilayah, sebanyak 50 besar peserta dari 14 wilayah perguruan tinggi di Indonesia berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Mahasiswa Universitas Pertamina sendiri berhasil lolos dan bersama Universitas Indonesia mewakili wilayah 3 untuk bidang Kimia.

Sebelum pandemi terjadi, tipe soal berbentuk esai sehingga peserta dituntut untuk dapat mengeksplor jawaban dari tiap masalah. Untuk kompetisi tahun ini, KNMIPA menggunakan tipe soal  berbentuk multiple choices dengan ketentuan benar +4, salah -1, dan tidak diisi 0.

Tantangan yang dihadapi mahasiswa Universitas Pertamina sendiri ialah adanya Pandemi COVID 19 menyebabkan perubahan waktu ujian kompetisi bersamaan dengan waktu kerja praktik (KP) saat di PPSDM Migas Cepu.

“Sewaktu pelaksanaan, saya mengerjakan ujian di kamar kos dengan fasilitas seadanya karena memang jauh dari rumah. Bahkan saya sempat mengalami kendala disconect internet di awal pengerjaan. Tapi alhamdulillah, ada teman saya yang membantu untuk masalah koneksi sehingga saya dapat melanjutkan” tutur Bagus ketika diwawancarai.

Sebelum lomba final, mahasiswa mendapat bimbingan dari dosen selama 6 jam untuk review mengenai topik topik besar yang potensial diujikan di kompetisi. “Alhamdulillah dengan segala kelebihan dan kekurangan, saya bisa menyelesaikan kompetisi dengan lancar dan puji syukur dapat amanah untuk memegang medali perunggu”. tutupnya

Bagus juga menambahkan bahwa ia sempat mengikuti kompetisi serupa pada tahun lalu namun belum beruntung. Pembelajaran dan pengalaman yang dialami membuat dirinya semakin progresif dan lebih semangat di tengah keterbatasan waktu dan kondisi kali ini.

/Uha

Contact Appointment