Meskipun Perguruan Tinggi Baru, Dua Tim Universitas Pertamina Berhasil Lolos Tahap Pimnas 2020 Bidang PKM GFK

Jakarta— Program Kreatifitas (PKM) adalah kompetisi nasional yang diselenggarakan Kemendikbud RI. Ajang ini mengadu kreativitas mahasiswa seluruh Indonesia pada 8 bidang. Salah satunya bidang Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM GFT) yang diikuti tim mahasiswa Universitas Pertamina. Seperti prosedur sebagaimana mestinya, tim mengajukan proposal. 10 tim dari Universitas Pertamina berhasil lolos pendanaan yang dilanjutkan dengan realisasi program. Pada pengumuman tanggal 29 Oktober 2020, dua tim dari Universitas Pertamina berhasil lolos masuk ke tahap Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS 2020).

Tim Pertama berasal dari Program Studi Ekonomi angkatan 2017 beranggotakan Johanan S. R. H. Sitorus, Hanif Ahmad M., dan Bima Valdorama B. Tim berhasil lolos dengan judul karya “SAPU (Sarana Aplikasi Pemberdayaan UMKM): Aplikasi Mempertemukan UMKM, Investor, dan Pemerintah Untuk Mewujudkan Ekonomi Inklusif Menuju Indonesia Emas 2045”. Aplikasi SAPU diharapkan dapat membantu para pemilik UMKM dalam mengatur strategi penjualan, produksi, serta pembukuan usaha. Investor dapat menggunakan aplikasi ini untuk menanamkan investasi. Dengan adanya interaksi UMKM dan Investor, Pemerintah dapat memberikan sarana pelatihan UMKM tepat sasaran. Sehingga semua dapat saling bekerja sama untuk memajukan UMKM di Indonesia. Selama penyusunan hingga pelaksanaan program, tim didampingi oleh Eka Puspitawati, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing.

Tim kedua berasal dari Program Studi Kimia yang awalnya beranggotakan Azka Rohbiya R., Linda Putri A., dan Brigita Yosephine L. G. Tim berhasil lolos dengan judul karya “Kabel Grafena Sebagai Penghantar Panas Terbaik Pada Aplikasi Energi”. Tim ingin memberikan edukasi kepada masyarakat di Indonesia mengenai potensi Grafena sebagai material utama pada kabel penghantar panas  untuk aplikasi energi geotermal. Edukasi disampaikan melalui video animasi menarik (tautan link). Karena masa studi tim di Universitas Pertamina sudah selesai, maka anggota digantikan oleh Yong Richard S., Fahdly Awaluddin, dan Christina Aprilia. Selama penyusunan hingga pelaksanaan program, tim didampingi oleh Dr. Eng. Haryo Satriya Oktaviano dan Raissa, M.Si selaku Dosen Pembimbing.

Periode PIMNAS sendiri akan berlangsung pada 24-29 November 2020. Selama merealisasikan program di tengah pandemic COVID-19, Johanan selaku ketua tim program SAKU mengakui ada tantangan tersendiri. Terutama perizinan yang awalnya dirancang untuk terjun ke masyarakat langsung.  “Adanya pandemi membuat tim tidak bisa langsung terjun kelapangan untuk survey . Syukurnya kami mendapatkan solusi alternatif  yaitu mengadakan seminar online atau webminar untuk mendapatkan respon masyarakat terkait”.

Prestasi yang didapat tim tentunya terdapat do’a dan dukungan segala pihak. Terlebih lagi, pengalaman lolos PIMNAS ini menjadi yang perdana bagi mahasiswa Universitas Pertamina. Semoga kedua tim dapat membawa buah tangan medali ya!

 

//Uha

Contact Appointment