ID / EN
Berita Populer

Kendaraan Listrik dan Transisi Energi: Mengapa Teknologi Mesin Berperan dalam Transportasi Masa Depan


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 24 September 2026
Dibaca: 8 kali
Perubahan menuju transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan mendorong kendaraan listrik semakin berkembang di Indonesia. Menurut Kementerian Perindustrian, populasi kendaraan listrik meningkat dari sekitar 3.500 unit pada 2020 menjadi sekitar 468 ribu unit pada April 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari perubahan sistem transportasi sekaligus upaya mendukung transisi energi.

Urgensi perubahan tersebut juga berkaitan dengan emisi. Pada 2024, sektor transportasi menyumbang sekitar 202 juta ton karbon dioksida ekuivalen (COâ‚‚e) atau sekitar 25 persen dari total emisi sektor energi nasional. Karena itu, elektrifikasi transportasi menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar minyak sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Kendaraan Listrik dan Transisi Energi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menempatkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai bagian dari upaya transisi energi. Namun, perkembangan kendaraan listrik membutuhkan ekosistem pendukung, mulai dari infrastruktur pengisian hingga ketersediaan listrik yang semakin bersih.

Perkembangan kendaraan listrik juga perlu diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan sumber energi. Hingga Desember 2025, Indonesia telah memiliki 4.778 SPKLU yang tersebar di 3.093 lokasi serta 1.907 SPBKLU. Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas. Di sisi lain, manfaat lingkungan kendaraan listrik juga akan semakin optimal apabila listrik yang digunakan untuk mengisi baterainya berasal dari sumber energi yang lebih bersih.

Teknologi Mesin di Balik Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik bekerja melalui berbagai komponen yang saling terintegrasi. Energi yang tersimpan dalam baterai dialirkan melalui sistem pengendali dan inverter menuju motor listrik untuk menghasilkan energi mekanik yang menggerakkan roda.

Efisiensi juga menjadi bagian penting melalui teknologi regenerative braking. Ketika kendaraan melakukan pengereman, sebagian energi kinetik dapat dikonversi kembali menjadi energi listrik dan disimpan dalam baterai.

Di sinilah teknologi mesin memiliki peran penting. Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan baterai, tetapi juga mencakup sistem penggerak, desain kendaraan, material, aerodinamika, serta pengelolaan temperatur. Baterai dan komponen elektronik menghasilkan panas selama digunakan sehingga membutuhkan sistem termal yang tepat agar performa dan keandalannya tetap terjaga.
Pengembangan teknologi tersebut juga membutuhkan riset berkelanjutan. 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut mendorong penelitian kendaraan listrik, termasuk pengembangan teknologi baterai dan sistem pengisian daya. Artinya, masa depan kendaraan listrik masih membutuhkan inovasi dan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi secara berkelanjutan.

Menyiapkan Engineer untuk Transportasi Masa Depan

Perkembangan kendaraan listrik menunjukkan bahwa bidang teknik mesin terus bertransformasi mengikuti kebutuhan teknologi dan industri. Kebutuhan tersebut tidak hanya mencakup pemahaman terhadap mesin konvensional, tetapi juga kemampuan merancang sistem kendaraan yang efisien, aman, andal, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi energi.

Melalui Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina, mahasiswa dipersiapkan untuk memahami prinsip-prinsip rekayasa dan penerapannya dalam menghadapi tantangan industri, termasuk perkembangan teknologi transportasi dan energi. Pembelajaran teknik mesin menjadi salah satu fondasi untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu merancang dan mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Hal tersebut sejalan dengan semangat UPER Berdampak, yang mendorong pendidikan dan pengembangan ilmu untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri. Dengan penguasaan kompetensi rekayasa, mahasiswa diharapkan dapat berperan dalam pengembangan teknologi transportasi dan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pengembangan kendaraan listrik juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Di tingkat nasional, perkembangan ini sejalan dengan Asta Cita ke-2 mengenai ketahanan energi dan ekonomi hijau serta Asta Cita ke-5 tentang hilirisasi dan industrialisasi.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada kendaraan, energi, dan teknologi, transformasi kendaraan listrik menunjukkan bahwa teknik mesin memiliki ruang yang semakin luas di masa depan.

Tertarik mempelajari teknologi mesin dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan transisi energi? Kenali lebih lanjut Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina dan kembangkan kompetensi untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.

Referensi: 
Bloomberg Technoz. 2026. Pasar Mobil Listrik RI Melonjak, Tapi Tantangan Banyak. 
IESR. 2025. Mewujudkan Strategi Transportasi Rendah Emisi dan Berkelanjutan untuk Indonesia Maju 2045. 
IKM Kemenperin. 2026. Kemenperin Buka Jalan IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik.
BRIN. 2026. BRIN Perkuat Riset Kendaraan Listrik dari Teknologi Baterai Hingga Sistem Pengisian Daya. 



Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved