Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina. Tim Crystal yang beranggotakan Dimas Agim Jamiat, Fikri Andika Ramadani, dan Fasha Al Ihsan berhasil meraih Juara 1 kategori Estimasi Biaya Proyek pada Civil National Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara.
Dalam kompetisi nasional tersebut, mereka mengungguli puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta yang berhasil lolos ke babak final bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina dalam mengintegrasikan kompetensi rekayasa sipil dengan teknologi digital yang kini semakin dibutuhkan di industri konstruksi. Transformasi digital telah mendorong perubahan dalam perencanaan, pengelolaan biaya, hingga pelaksanaan proyek, sehingga kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi konstruksi modern terus meningkat.
Pada kompetisi tersebut, Tim Crystal mengusung karya berjudul Metode Pelaksanaan Konstruksi Berbasis Augmented Reality (AR) Terintegrasi BIM 5D untuk Optimalisasi Biaya dan Waktu Proyek Rumah Tinggal 3 Lantai. Inovasi ini menggabungkan teknologi Building Information Modeling (BIM) 5D dan Augmented Reality untuk menghasilkan estimasi biaya dan waktu yang lebih akurat, sekaligus membantu meminimalkan potensi pekerjaan ulang (re-work) yang kerap menjadi penyebab pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek konstruksi.
Keikutsertaan mereka berawal dari keinginan untuk mengembangkan kemampuan di bidang yang sejalan dengan kompetensi teknik sipil. Berbekal pengalaman pendidikan pada bidang konstruksi, ketiganya melihat kompetisi ini sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas wawasan mengenai manajemen proyek dan pemanfaatan teknologi dalam industri konstruksi.
Persiapan dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu bulan. Setiap anggota tim memiliki tanggung jawab yang berbeda, mulai dari penyusunan gambar kerja, pemodelan tiga dimensi menggunakan BIM, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), simulasi penjadwalan proyek, hingga pembuatan visualisasi desain. Seluruh tahapan tersebut kemudian diintegrasikan untuk menghasilkan perencanaan proyek yang komprehensif dan sesuai dengan kriteria penilaian kompetisi.
Menurut Dimas Agim Jamiat, tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah menyusun perencanaan yang mampu memenuhi kebutuhan proyek tanpa melampaui batas pagu anggaran yang telah ditetapkan.
“Setiap keputusan harus mempertimbangkan keseimbangan antara biaya, waktu, dan kualitas. Karena itu, kami memanfaatkan BIM melalui Revit dan Navisworks agar proses permodelan, perhitungan volume pekerjaan, estimasi biaya, hingga simulasi jadwal dapat terintegrasi dalam satu sistem yang lebih efisien,” ujarnya.
Melalui proses tersebut, Tim Crystal tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah yang menjadi kompetensi penting bagi seorang profesional di bidang konstruksi.
Dimas berharap pengalaman dan prestasi yang diraih timnya dapat mendorong mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kompetisi dan kegiatan akademik.
“Jangan takut mencoba hal baru dan terus asah kemampuan sesuai bidang yang diminati. Setiap proses belajar akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan profesional di masa depan,” pesannya.
Bagi Tim Crystal, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri konstruksi yang semakin terdigitalisasi. Prestasi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen mahasiswa Universitas Pertamina dalam mengembangkan inovasi yang mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Capaian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi konstruksi yang mendorong efisiensi dan inovasi di sektor pembangunan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang rekayasa sipil, manajemen proyek, dan transformasi digital. [MV]