ID / EN
Berita Kampus

Teknik Geofisika UPER Hadirkan Pakar Internasional, Kupas Metode MASW untuk Analisis Geoteknik dan Lingkungan


Published by: Universitas Pertamina Senin, 15 Juni 2026
Dibaca: 14 kali
Penguasaan teknologi investigasi bawah permukaan menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap teknologi tersebut, Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER) bersama Komwil HAGI Jakarta menggelar seminar Exploring MASW (Multi-channel Analysis of Surface Waves) for Geotechnical and Environmental Analysis pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Auditorium Universitas Pertamina.

Seminar ini menghadirkan Koya Suto, praktisi dan peneliti geofisika sekaligus Director Terra Australis Geophysica Pty Ltd, Australia. Kehadiran pakar internasional tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung perkembangan dan penerapan metode geofisika terkini yang digunakan dalam investigasi geoteknik dan lingkungan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai disiplin ilmu dan institusi, meliputi mahasiswa Teknik Geofisika, Teknik Geologi, dan Teknik Sipil Universitas Pertamina, serta mahasiswa Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung. Partisipasi lintas bidang ini mencerminkan semakin pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan yang kompleks.

Dalam pemaparannya, Koya Suto menjelaskan teori dasar, studi kasus, hingga praktik lapangan metode MASW. Metode ini memanfaatkan gelombang permukaan untuk memetakan karakteristik bawah permukaan secara akurat sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam investigasi geoteknik, perencanaan konstruksi, maupun kajian lingkungan.

Seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, kebutuhan terhadap data bawah permukaan yang akurat juga semakin penting untuk mengurangi risiko konstruksi dan mendukung pembangunan yang lebih aman serta berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, metode geofisika seperti MASW menjadi salah satu teknologi yang banyak dimanfaatkan untuk memperoleh informasi kondisi bawah permukaan secara efisien dan non-destruktif.

“Metode MASW bukan sekadar deretan gelombang di layar, melainkan sarana untuk memahami kompleksitas bawah permukaan bumi secara lebih akurat. Penguasaan teknologi ini penting agar setiap keputusan geoteknik dan investigasi lingkungan memiliki dasar data yang presisi, kuat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Koya Suto.

Ketua Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Dicky Ahmad Zaky, M.T., menilai seminar ini menjadi sarana penting untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik profesional di industri. Menurutnya, interaksi langsung dengan praktisi internasional dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi geofisika dan penerapannya di berbagai sektor.

“Kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami implementasi metode geofisika secara komprehensif, dari penguasaan konsep fundamental hingga praktik lapangan bersama praktisi internasional. Pengalaman ini penting untuk memperkuat kesiapan akademik dan kompetensi profesional mahasiswa dalam menjawab tantangan industri dan lingkungan,” ujar Dicky.

Melalui diskusi ilmiah dan pertukaran pengalaman bersama praktisi internasional, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemanfaatan metode geofisika dalam mendukung investigasi geoteknik dan lingkungan. 

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri global serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kompetensi, inovasi teknologi, dan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan praktisi profesional. [MP]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved