Teknik Geofisika Universitas Pertamina Kolaborasi dengan Yayasan Baitul Hikmah Elnusa, Hadirkan Solusi Air Bersih Pasca Banjir di Aceh Tamiang
Published by: Teknik Geofisika, Universitas Pertamina
Selasa, 19 Mei 2026
Dibaca: 2 kali
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam hal akses terhadap air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Teknik Geofisika Universitas Pertamina bersama Yayasan Baitul Hikmah Elnusa tergerak untuk hadir memberikan solusi nyata. Melalui pendekatan keilmuan geofisika terapan, kolaborasi ini mengawali program dengan kajian bawah permukaan untuk mengidentifikasi zona akuifer yang prospektif. Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar penetapan sepuluh titik target pengeboran sumur air tanah yang seluruhnya direncanakan sebagai sumur air bersih untuk penggunaan umum, sehingga dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat sekitar sebagai fasilitas penyedia air bersih yang berkelanjutan.
Pelaksanaan survei geolistrik dilakukan di empat kecamatan, yaitu Kejuruan Muda, Rantau, Bandar Pusaka, dan Tenggulun, dengan total 16 lintasan pengukuran. Kegiatan yang berlangsung sejak 29 Desember 2025 hingga 28 Januari 2026 ini melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan, akuisisi data lapangan, pengolahan, hingga interpretasi hasil. Metode geolistrik dipilih karena kemampuannya dalam memetakan variasi resistivitas bawah permukaan, yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan, kedalaman, serta karakteristik lapisan pembawa air. Dari hasil interpretasi, diketahui bahwa akuifer berada pada kedalaman sekitar 18 hingga 70 meter, dengan rata-rata kedalaman sekitar 45 meter, yang dinilai cukup potensial untuk dikembangkan sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan masyarakat.
Tidak berhenti pada tahap identifikasi dan rekomendasi teknis, kolaborasi ini kemudian memasuki tahap aksi nyata. Dua dari sepuluh titik target yang telah direkomendasikan dilakukan pengeboran oleh tim Elnusa, dan hasilnya cukup menggembirakan. Pengeboran berhasil menemukan sumber air bersih yang layak digunakan, dan hingga saat ini sumur-sumur tersebut telah dimanfaatkan untuk kepentingan umum, seperti pemenuhan kebutuhan air domestik serta sanitasi masyarakat sekitar. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan metode geofisika terapan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri mampu memberikan solusi yang tepat guna, berkelanjutan, serta berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pasca bencana.
Bagi kamu yang ingin menjadi bagian dari generasi geofisikawan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam pemecahan masalah nyata di masyarakat, bergabunglah menjadi mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Pertamina. Di sini, kamu akan belajar bagaimana ilmu geofisika diaplikasikan untuk berbagai keperluan, mulai dari eksplorasi energi hingga isu-isu kemanusiaan seperti penyediaan air bersih pasca bencana. Dengan dosen-dosen yang berpengalaman dan kolaborasi dengan berbagai mitra industri serta yayasan sosial, kamu akan dipersiapkan menjadi ahli geofisika yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat. Yuk, wujudkan ilmu geofisikamu untuk kemanusiaan bersama Teknik Geofisika Universitas Pertamina! (CPS)