Pemahaman terhadap geologi struktur menjadi salah satu bekal penting dalam eksplorasi minyak dan gas bumi. Di tengah berkembangnya teknologi eksplorasi dan semakin kompleksnya karakteristik bawah permukaan, kemampuan menghubungkan konsep geologi dengan kondisi lapangan menjadi kompetensi yang dibutuhkan calon geosaintis.
Untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik industri, Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina menyelenggarakan Special Lecturer: Integrated Lecture – Structural Geology and Petroleum Exploration pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Auditorium Griya Legita Universitas Pertamina. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Special Lectures 2026 yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam satu forum pembelajaran.
Mengusung tema "Sharing Knowledge, Inspiring Exploration, Advancing Geoscience Together", kegiatan menghadirkan dua sesi utama, yaitu Guest Lecture bertajuk "Discoveries in the Mahakam PSC, Kutai Basin: A Historical Perspective" serta Integrated Lecture bertajuk "Structural Geology and Petroleum Exploration". Kedua sesi tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan eksplorasi migas di Indonesia sekaligus menunjukkan bagaimana konsep geologi struktur diterapkan dalam kegiatan eksplorasi hidrokarbon.
Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Program Studi Teknik Geofisika, asisten praktikum Geologi Struktur, serta masyarakat umum. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan besarnya minat terhadap pembelajaran geosains yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan pengalaman profesional di industri.
Dua narasumber berpengalaman di bidang geosains dan industri migas turut berbagi wawasan, yaitu Ir. Aussie B. Gautama serta Dr. Dumex Sutra Pasaribu, S.T., M.Sc. Melalui pengalaman mereka, peserta diajak menelusuri sejarah penemuan lapangan minyak dan gas di Mahakam PSC sekaligus memahami peran geologi struktur dalam mendukung kegiatan eksplorasi hidrokarbon.
Dalam paparannya, Ir. Aussie B. Gautama menjelaskan bahwa keberhasilan eksplorasi tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam terhadap sejarah geologi suatu cekungan.
"Keberhasilan eksplorasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga pemahaman terhadap sejarah geologi suatu cekungan. Pengalaman industri menjadi pembelajaran berharga untuk membangun pola pikir eksplorasi yang lebih komprehensif," ujar Ir. Aussie.
Sementara itu, Dr. Dumex Sutra Pasaribu, S.T., M.Sc. menyoroti pentingnya geologi struktur sebagai landasan dalam memahami sistem petroleum sekaligus menjembatani teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik eksplorasi di lapangan.
"Geologi struktur merupakan fondasi dalam memahami sistem petroleum. Integrasi teori akademik dan pengalaman industri akan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk menjawab tantangan eksplorasi energi," jelas Dr. Dumex.
Selain pemaparan materi, kedua narasumber juga berdiskusi bersama peserta mengenai tantangan eksplorasi migas, interpretasi struktur geologi, hingga penerapan konsep geologi struktur dalam pengambilan keputusan eksplorasi. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan praktisi yang telah terlibat dalam berbagai proyek eksplorasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep geologi struktur, tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut diterapkan dalam eksplorasi hidrokarbon di dunia industri. Paparan dari para praktisi memberikan gambaran mengenai dinamika pekerjaan seorang geosaintis sekaligus memperluas perspektif peserta terhadap perkembangan sektor energi di Indonesia.
Penyelenggaraan Special Lecturer ini menjadi bagian dari upaya Universitas Pertamina untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kolaborasi bersama praktisi industri. Inisiatif tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 17 (Partnerships for the Goals), yang menekankan pentingnya kemitraan dalam memperkuat kualitas pendidikan, mendorong pertukaran pengetahuan, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang geosains.
Selaras dengan Asta Cita ke-4 yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia, sains, dan teknologi, kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak melalui sinergi antara dunia akademik dan industri guna mempersiapkan lulusan yang siap berkontribusi bagi pengembangan sektor energi nasional. [MP]