Melalui bimbingan Dr. Eng Titra Rona Mayangsari Mahasiswa Kimia Universitas Pertamina angkatan 2018 yakni A.A.Gd. Bagus Mahendra dan Andrea Hanna Rininditia berhasil meraih Bronze Medal pertamanya pada ajang World Innovative Project Olympiad (WISPO) 2020 lalu. Inovasi tersebut merupakan salah satu jawaban dari permasalahan lingkungan yang ada akibat meningkatnya pertumbuhan kendaraan berbahan bakar fosil yang akhirnya polutan yang dihasilkan menimbulkan adanya efek rumah kaca. Hal ini menyebabkan permintaan mengenai energi baru terbarukan yang ramah lingkungan pun kian meningkat, salah satunya yaitu dengan penggunaan gas hidrogen. Karena konversi energinya yang tinggi dan sumber daya yang melimpah, gas H2 merupakan alternatif terbaik yang digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Gas H2 tersebut dapat disintesis melalui reaksi fotokatalitik pemecahan air (H2O) menggunakan katalis TiO2 di bawah penyinaran sinar matahari.

Akan tetapi, waktu penggunaan TiO2 yang relatif singkat menjadi hambatan tersendiri untuk pengembangannya. Untuk memperpanjang siklus hidup TiO2 tersebut, Mahasiswa Kimia Universitas Pertamina melakukan sebuah inovasi dengan membuat nanokomposit TiO2-AC menggunakan ampas tebu yang akhirnya dapat meningkatkan siklus hidup fotokatalis tersebut dan menghasilkan lebih banyak gas H2. Inovasi tersebut kemudian bersaing dengan berbagai inovasi lainnya baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri dalam ajang World Innovative Project Olympiad (WISPO) yang diselenggarakan oleh Indonesian Scientific Society.
"Dimasa yang sulit akibat pandemi ini, jangan sampai kita merasa terbatasi untuk terus berinovasi," ucap pemenang bronze medal tersebut mengenai kesan pesannya selama mengikuti ajang World Innovative Project Olympiad (WISPO) tahun 2020 lalu.