ID / EN
Berita Populer

Mengapa Data Center Naik Daun? Mengenal Infrastruktur Digital yang Menopang Hidup Kita Sehari-hari


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 30 Juni 2026
Dibaca: 7 kali
Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, bertransaksi, hingga berkomunikasi. Di balik berbagai layanan digital tersebut, terdapat infrastruktur yang berperan sebagai "jantung" penyimpanan dan pengolahan data, yaitu data center. Menurut laporan International Energy Agency (IEA) berjudul Energy and AI (2025), perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan (cloud computing), dan ekonomi digital mendorong lonjakan kebutuhan pusat data di seluruh dunia. 

IEA memperkirakan konsumsi listrik global dari data center akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2030 dibandingkan tahun 2024, seiring meningkatnya penggunaan AI dan layanan digital. Sementara itu, International Data Corporation (IDC) memproyeksikan volume data global terus bertumbuh secara eksponensial hingga mencapai ratusan zettabyte dalam beberapa tahun ke depan. Data tersebut menunjukkan bahwa data center telah menjadi infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi digital, pelayanan publik, hingga kehidupan masyarakat modern.

Apa Itu Data Center?

Data center merupakan fasilitas yang dirancang untuk menampung ribuan perangkat komputasi seperti server, sistem penyimpanan (storage), perangkat jaringan (network equipment), hingga sistem keamanan digital yang saling terhubung. Fungsi utamanya adalah menyimpan, mengolah, mengelola, dan mendistribusikan data secara cepat, aman, serta tersedia selama 24 jam tanpa henti.

Data center modern tidak hanya berisi rak-rak server. Infrastruktur ini juga dilengkapi sistem kelistrikan cadangan (backup power), pendingin (cooling system), jaringan internet berkecepatan tinggi, sistem keamanan fisik maupun siber, hingga pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) untuk memastikan layanan tetap berjalan meskipun terjadi gangguan.

Mengapa Data Center Semakin Dibutuhkan?

Pertumbuhan data center tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital. Perkembangan AI, Internet of Things (IoT), komputasi awan, big data analytics, serta teknologi 5G membuat volume data yang dihasilkan terus meningkat setiap waktu.

Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Pesatnya perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce), layanan keuangan digital, startup berbasis teknologi, hingga transformasi digital di sektor pemerintahan mendorong kebutuhan terhadap pusat data yang memiliki kapasitas besar dan tingkat keamanan tinggi.

Data Center sebagai Fondasi Ekonomi Digital

Peran data center kini jauh melampaui fungsi penyimpanan data. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama berbagai aktivitas ekonomi digital yang bernilai triliunan rupiah. Setiap transaksi perbankan digital, pembayaran menggunakan QRIS, pemesanan transportasi daring, belanja melalui marketplace, hingga penggunaan layanan AI bergantung pada kecepatan dan keandalan pusat data.

Bagi perusahaan, data center memungkinkan proses bisnis berlangsung secara real-time dengan tingkat keamanan yang tinggi. Sementara bagi pemerintah, pusat data mendukung penyelenggaraan layanan publik berbasis digital yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi. Oleh karena itu, investasi pada infrastruktur data center kini dipandang sebagai bagian penting dalam meningkatkan daya saing nasional di era ekonomi digital.

Tantangan Pengembangan Data Center

Di balik pertumbuhannya yang pesat, industri data center juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah tingginya kebutuhan energi listrik. Laporan IEA menunjukkan bahwa pusat data termasuk sektor dengan pertumbuhan konsumsi listrik tercepat akibat meningkatnya penggunaan AI dan komputasi berperforma tinggi (high performance computing).

Selain itu, keamanan siber menjadi tantangan yang tidak kalah penting. Ancaman seperti kebocoran data, serangan ransomware, pencurian identitas digital, hingga gangguan sistem dapat berdampak besar terhadap operasional perusahaan maupun layanan publik. Oleh karena itu, pengelolaan data center memerlukan tenaga profesional yang memiliki kompetensi dalam bidang jaringan komputer, keamanan informasi, komputasi awan, virtualisasi, hingga kecerdasan buatan.

Disisi lain pengembangan data center memiliki hubungan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Saat ini, banyak perusahaan teknologi mulai menerapkan konsep green data center melalui penggunaan energi terbarukan, sistem pendingin yang lebih efisien, optimalisasi penggunaan server, serta penerapan teknologi hemat energi untuk mengurangi emisi karbon. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Menyiapkan Talenta Digital Masa Depan

Perkembangan data center menunjukkan bahwa masa depan ekonomi digital sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia yang menguasai teknologi informasi secara komprehensif. Tidak hanya mampu mengembangkan perangkat lunak, lulusan Ilmu Komputer juga dituntut memahami pengelolaan data, keamanan sistem, kecerdasan buatan, komputasi awan, serta infrastruktur digital yang menjadi fondasi transformasi teknologi.

Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Mahasiswa dibekali kompetensi di bidang Artificial Intelligence (AI), Cyber Security, Cloud Computing, Big Data Analytics, Internet of Things (IoT), serta rekayasa perangkat lunak yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Didukung pembelajaran berbasis proyek, riset, serta kolaborasi dengan dunia industri, lulusan dipersiapkan menjadi talenta digital yang mampu menciptakan inovasi sekaligus memberikan solusi atas berbagai tantangan transformasi digital.

Ingin menjadi bagian dari generasi yang membangun masa depan transformasi digital Indonesia. Bergabunglah bersama Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina. Pelajari kurikulum, jalur penerimaan, dan informasi pendaftaran melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Pertamina, serta siapkan diri menjadi talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri teknologi global.

Sumber:
International Energy Agency (IEA). (2025). Energy and AI. Paris: International Energy Agency. https://www.iea.org/reports/energy-and-ai. 
International Data Corporation (IDC). (2018). The Digitization of the World: From Edge to Core. Framingham, MA: IDC.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2025). Strategi Nasional Transformasi Digital Indonesia. Jakarta: Komdigi. https://www.komdigi.go.id/
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024. Jakarta: BPS. https://www.bps.go.id/
United Nations. (2024). The Sustainable Development Goals Report 2024. New York: United Nations. Tersedia pada: 

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved