Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular melalui Seminar UPSTRACT 8.0 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Pertamina. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Juli 2026 di Auditorium Gedung Griya Legita Lantai 3 Universitas Pertamina. Seminar tersebut menjadi bagian penutup dari rangkaian kegiatan UPSTRACT 8.0 sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat bagaimana berbagai persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, dihadapi di dunia industri.
Berbeda dengan pembelajaran yang diperoleh di ruang kelas, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan perspektif langsung dari praktisi yang terlibat dalam sektor pengelolaan lingkungan. Seminar menghadirkan Imam Pesuwaryantoro, S.I.Kom., dari PT Plasticpay Teknologi Daurulang, serta Azmi Zakiatunnisa, S.T., profesional dari Rekosistem sekaligus alumni Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina. Kehadiran praktisi sekaligus alumni memberikan perspektif yang relevan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan. Selain memperoleh gambaran mengenai perkembangan industri pengelolaan sampah, mahasiswa juga dapat melihat bagaimana kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan ketika memasuki dunia profesional. Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian dalam seminar adalah ekonomi sirkular. Mahasiswa diajak memahami bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengumpulan dan pembuangan, tetapi dapat dikembangkan menjadi sebuah sistem yang memungkinkan material kembali dimanfaatkan dan memiliki nilai.
Pembahasan tersebut menjadi relevan dengan perkembangan bidang Teknik Lingkungan yang semakin membutuhkan pendekatan terintegrasi. Penyelesaian persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga membutuhkan pemahaman mengenai perilaku masyarakat, nilai ekonomi material, teknologi, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Dalam sesi lainnya, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah serta tantangan yang dihadapi ketika sebuah inovasi diterapkan di lapangan. Hal ini memberikan pemahaman bahwa solusi lingkungan yang baik tidak hanya harus dapat dirancang secara teknis, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan kebutuhan pengguna. Pengalaman dari dunia industri tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. Lulusan Teknik Lingkungan dituntut tidak hanya memahami teori dan perhitungan teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi, bekerja sama, memahami permasalahan secara menyeluruh, serta mengembangkan solusi yang dapat diterapkan.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada narasumber, mulai dari penerapan ekonomi sirkular, penggunaan teknologi dalam pengelolaan sampah, hingga peluang dan tantangan berkarier di sektor lingkungan. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi menjadi ruang bertukar pengalaman antara mahasiswa dan praktisi.
Kehadiran Azmi Zakiatunnisa sebagai alumni Teknik Lingkungan Universitas Pertamina juga memberikan perspektif tersendiri bagi mahasiswa. Pengalaman alumni di dunia profesional dapat menjadi gambaran bahwa perjalanan setelah lulus memiliki berbagai peluang yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi dan minat masing-masing.
Melalui Seminar UPSTRACT 8.0, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa permasalahan lingkungan merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan kolaborasi dan inovasi. Pengetahuan yang diperoleh dari praktisi dapat menjadi pelengkap bagi pembelajaran akademik sekaligus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan kompetensi selama menjalani perkuliahan. Kegiatan ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina terus mendorong mahasiswa untuk memperluas pengalaman belajar melalui interaksi dengan praktisi, alumni, industri, maupun berbagai pemangku kepentingan. Melalui kegiatan seperti UPSTRACT 8.0, mahasiswa diharapkan tidak hanya semakin memahami persoalan lingkungan secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih luas dalam merancang solusi yang relevan, inovatif, dan berkelanjutan.
Dengan mempertemukan mahasiswa, alumni, dan praktisi industri, UPSTRACT 8.0 menjadi salah satu ruang pembelajaran yang memperkuat keterhubungan antara kampus dan dunia profesional, sekaligus mempersiapkan mahasiswa Teknik Lingkungan untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan pengelolaan lingkungan di masa depan.