ID / EN
Berita Kampus

Drillgems Masuk Tahap Pengujian, Universitas Pertamina dan Pertamina Perkuat Teknologi Geomekanika


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 8 Agustus 2026
Dibaca: 123 kali
Industri hulu minyak dan gas bumi membutuhkan perencanaan pengeboran yang semakin akurat untuk menghadapi kompleksitas kondisi bawah permukaan. Kesalahan dalam memperkirakan tekanan dan kestabilan batuan dapat memengaruhi desain serta pelaksanaan pengeboran. Di tengah kebutuhan tersebut, pengembangan teknologi analisis geomekanika menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sekaligus memperkuat kapasitas teknologi di sektor energi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Pertamina bersama Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero) melanjutkan pengembangan Drillgems, software geomekanika yang kini memasuki tahap pengujian untuk kebutuhan studi lapangan. Teknologi tersebut akan digunakan dalam Studi Drilling Geomechanics pada Lapangan MLN PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Algeria, sekaligus dibandingkan dengan perangkat lunak komersial yang telah digunakan di industri.

Langkah ini ditandai melalui Kick Off Meeting Studi Drilling Geomechanics pada Lapangan MLN PT Pertamina Internasional EP Algeria yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2, Gedung Rektorat Universitas Pertamina. Studi tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan kolaborasi riset Universitas Pertamina dan Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero) yang telah berlangsung sejak 2023 dalam pengembangan software Drillgems.

Kegiatan ini dihadiri oleh tim peneliti Universitas Pertamina yang dipimpin oleh Agus Abdullah, Ph.D., bersama perwakilan Technology Innovation PT Pertamina (Persero), Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), serta manajemen PT Pertamina Internasional EP. Turut hadir Vice President Technology Innovation PT Pertamina (Persero), Ali Sundja, Direktur Kerja Sama Industri Universitas Pertamina Hariyo Wiryono, serta para peneliti dari kedua institusi.

Drillgems dikembangkan untuk membantu proses analisis geomechanics dengan kemampuan mengestimasi pore pressure (PP), fracture gradient (FG), dan shear failure gradient (SFG) dalam pemodelan satu hingga tiga dimensi. Parameter tersebut dapat digunakan untuk memahami kondisi tekanan dan kestabilan batuan di bawah permukaan yang menjadi bagian penting dalam perencanaan pengeboran.

Dengan mengintegrasikan berbagai perhitungan geomekanika dalam satu platform, Drillgems diharapkan dapat menyederhanakan alur analisis dan membantu menghasilkan pemodelan yang lebih terintegrasi. Kemampuan tersebut menjadi penting karena perencanaan pengeboran tidak hanya membutuhkan data bawah permukaan, tetapi juga analisis yang dapat membantu menentukan kondisi operasi secara lebih tepat.

Pada 2026, fokus riset diarahkan pada Studi Geomechanics Lapangan MLN PT Pertamina Internasional EP Algeria menggunakan Drillgems. Hasil pemodelan selanjutnya akan dibandingkan dengan perangkat lunak komersial yang selama ini digunakan di industri. Proses benchmarking ini menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kemampuan Drillgems sekaligus melihat kesesuaiannya dengan kebutuhan analisis geomekanika di lingkungan industri.

Dengan demikian, pengembangan Drillgems tidak berhenti pada tahap pembuatan perangkat lunak, tetapi diarahkan menuju proses validasi melalui studi lapangan dan perbandingan dengan teknologi yang telah digunakan secara komersial. Tahapan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengembangan teknologi hasil riset perguruan tinggi agar semakin relevan dengan kebutuhan operasional industri hulu migas.

Ketua Tim Peneliti sekaligus Ketua Pusat Studi GAIA Universitas Pertamina, Agus Abdullah, Ph.D., menyampaikan bahwa pengembangan Drillgems diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap penguatan kemampuan teknologi di sektor energi.

“Melalui pengembangan Drillgems, kami berharap dapat menghadirkan solusi geomekanika yang mendukung peningkatan akurasi perencanaan pengeboran, sekaligus memperkuat kemampuan teknologi nasional dalam menjawab kebutuhan industri energi,” ujarnya.

Kolaborasi yang telah berlangsung sejak 2023 menunjukkan keberlanjutan hubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan teknologi yang tidak hanya berbasis pada kebutuhan akademik, tetapi juga memiliki relevansi terhadap tantangan di lapangan. Bagi Universitas Pertamina, keterlibatan dalam pengembangan Drillgems menjadi bagian dari upaya mempertemukan kepakaran akademik dengan kebutuhan industri energi melalui riset yang aplikatif.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat UPER Berdampak, ketika pengetahuan dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di sektor strategis. Melalui pengembangan Drillgems, hasil riset tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi terus didorong menuju proses pengujian dan pemanfaatan yang lebih dekat dengan kebutuhan industri hulu migas. Langkah ini sekaligus memperluas kontribusi Universitas Pertamina dalam membangun kapasitas teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi penguatan industri energi nasional.

Pengembangan teknologi pendukung kegiatan hulu migas seperti Drillgems juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Penguasaan teknologi dan kemampuan analisis yang dikembangkan di dalam negeri dapat menjadi bagian dari fondasi untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam mendukung eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2, yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi. Dalam konteks riset ini, kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengembangan teknologi geomekanika yang diarahkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Semakin kuat kapasitas teknologi dan keahlian nasional dalam mendukung industri hulu, semakin besar pula peluang Indonesia membangun fondasi ketahanan energi yang ditopang oleh kemampuan nasional.

Selain mendukung agenda kemandirian energi, pengembangan Drillgems juga berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 9: Industry, Innovation and Infrastructure. Pengembangan software geomekanika menjadi contoh bagaimana riset dan inovasi perguruan tinggi dapat diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong penguatan kapasitas teknologi di sektor energi.

Kolaborasi ini juga mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kerja sama berkelanjutan antara Universitas Pertamina dan Pertamina. Keterlibatan peneliti, Technology Innovation, PDSI, serta PT Pertamina Internasional EP dalam satu ekosistem riset memperlihatkan pentingnya kemitraan lintas institusi untuk membawa hasil penelitian dari tahap pengembangan menuju pengujian dan penerapan yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. [AN]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved