ID / EN
Berita Kampus

Bawa Gagasan Remaja Berencana, Sharon Monica Putri Raih Juara Harapan 2 Duta GenRe Jakarta Selatan


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 18 September 2026
Dibaca: 134 kali


Menjadi “remaja berencana” bukan sekadar memiliki cita-cita, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang matang mengenai pendidikan, karier, kesehatan, relasi, hingga kesiapan membangun keluarga di masa depan. Hal ini masih menjadi isu penting bagi generasi muda. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada 2025, 4,56 persen perempuan usia 20–24 tahun di Indonesia tercatat pernah menikah atau hidup bersama sebelum berusia 18 tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membekali remaja dengan pengetahuan dan kemampuan mengambil keputusan sejak dini. Melalui program Generasi Berencana (GenRe), remaja didorong untuk merencanakan masa depan secara lebih matang sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, serta pencegahan perilaku berisiko.

Semangat tersebut dibawa Sharon Monica Putri, mahasiswa Program Studi Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, dalam ajang Duta Generasi Berencana (GenRe) Jakarta Selatan 2026. Setelah bersaing dengan lebih dari 100 peserta dari berbagai instansi di Jakarta, Sharon berhasil meraih Juara Harapan 2 None.

“Bagi saya, Duta GenRe bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk belajar mengambil peran dan menyampaikan pesan yang dekat dengan kehidupan remaja,” ujar Sharon.
Perjalanan menuju pencapaian tersebut berlangsung melalui rangkaian seleksi yang kompetitif. Ajang yang diselenggarakan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan itu menyeleksi peserta hingga menghasilkan 15 pasang finalis Duta GenRe Jakarta Selatan 2026.

Dalam setiap tahapannya, Sharon mengikuti berbagai penilaian yang menguji wawasan, bakat, kemampuan berbicara di depan publik, serta kapasitas sebagai figur remaja teladan. Peserta juga ditantang untuk memahami dan mengomunikasikan berbagai isu yang menjadi perhatian program GenRe, mulai dari perencanaan kehidupan berkeluarga hingga pencegahan pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba.

“Proses ini menuntut kami untuk tidak hanya memahami isu, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan menunjukkan kapasitas sebagai figur yang dapat menjadi teladan bagi remaja lainnya,” jelas Sharon.

Bagi Sharon, rangkaian tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi di luar perkuliahan. Ia belajar menyampaikan pesan secara lebih terstruktur, membangun kepercayaan diri, serta memahami bagaimana komunikasi dapat digunakan untuk menjangkau dan mengedukasi kelompok sebaya.

“Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus belajar menyampaikan pesan yang dapat memberikan dampak bagi remaja,” ujar Sharon.

Keikutsertaan Sharon turut mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui edukasi mengenai kesehatan remaja, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan pencegahan perilaku berisiko. Capaian tersebut juga sejalan dengan Asta Cita dalam penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi generasi muda.

Melalui capaian ini, Sharon membawa semangat UPER Berdampak dengan memanfaatkan kemampuan komunikasi dan kepeduliannya terhadap isu remaja untuk memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ruang pengembangan mahasiswa tidak hanya membentuk kompetensi, tetapi juga dapat mendorong keberanian untuk mengambil peran dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar. [MP]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved