Dua Tim Universitas Pertamina Berhasil Meraih Prestasi di Ajang Integrated Petroleum Festival 2020

Jakarta–Kabar gembira kali ini berasal dari prestasi Prodi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina. Dua tim delegasi dari Universitas Pertamina berhasil meraih juara dengan masing-masing kategori yaitu 1st Runner Up Geothermal Case Study Competition dan 2nd Runner Up Mud Innovation Competition dalam ajang Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2020. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 21 – 23 Februari 2020.

IPFEST merupakan kompetisi perminyakan internasional tahunan yang diselenggarakan oleh ITB dalam menanggapi dorongan kebutuhan energi masa depan. Tahun 2020, IPFEST mengusung tema “Reinforcing The Energy Resilience Through Progressive innovations” dengan harapan IPFEST 2020 menjadi wadah mengusulkan solusi progresif dan inovatif untuk mewujudkan ketahanan energi.

Dua tim dari Universitas Pertamina mengikuti kompetisi IPFEST pada kategori Geothermal Case Study Competition dan  Up Mud Innovation Competition. Pada kategori Geothermal Case Study Competition, tim beranggotakan Mohamad Roviansah (Prodi Teknik Geologi 2016);  Khansa Rasyidah (Prodi Teknik Perminyakan 2016); Fauzia Fadhila Anwar (Prodi Teknik Perminyakan 2016); dan Shafira Roeslianty Leony Putri (Prodi Teknik Kimia 2016). Tim diminta merancang pengembangan lapangan panas bumi mulai dari strategi eksplorasi hingga strategi produksi dan komersil. Bagian eksplorasi mengkajian data survey geofisika, data geokimia, dan data geologi yang ada agar dapat dilakukan pengeboran eksplorasi kemudian dikembangkan menjadi suatu pembangkit listrik (power plant) dengan kapasitas tertentu. Atas Analisis tersebut, tim berhasil meraih 1st Runner Up Geothermal Case Study Competition. Sedangkan juara pertama diraih oleh ITB dan 2nd Runner Up diraih oleh UGM.

Tim Universitas Pertamina berhasil meraih 1st Runner Up Geothermal Case Study Competition.

Pada kategori Mud Innovation Competition, tim beranggotakan mahasiswa Prodi Teknik Perminyakan 2018 diantaranya Ester Anggreni Simanjuntak, Andi Magfirah, dan Larasati Dina Putri. Tim mengkaji zat additive tambahan yang berfungsi menunjang sifat lumpur pengeboran agar compatible dengan kondisi sumur. Kemudian dilakukan percobaan menggunakan berbagai macam formula dengan konsentrasi dan jenis additive berbeda hingga didapatkan satu formula yang dianggap paling cocok serta memperhatikan segi keekonomisan dan kondisi lapangan. Tim merekomendasikan mud dengan bahan dasar air (water based mud)  daripada oil based mud yang mengeluarkan banyak biaya. Atas analisis tersebut, tim berhasil meraih 2nd Runner Up Mud Innovation Competition. Sedangkan juara pertama diraih oleh Universitas Indonesia dan 1st Runner Up diraih oleh ITB.

Tim Universitas Pertamina berhasil meraih 2nd Runner Up Mud Innovation Competition.

Prof. Dr. rer. nat. Awali Priyono, Dekan Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi menyambut baik prestasi para mahasiswa ini. “ini kabar baik ya, kompetisi studi kasus ini dapat meningkatkan kemampuan nalar para mahasiswa untuk menghasilkan solusi atas permasalahan yang disajikan. Hal tersebut membuktikan para mahasiswa Universitas Pertamina peka terhadap tantangan energi ke depan” ujarnya.

*Uha

Contact Appointment