Berawal dari Ide Minyak Goreng Bekas di Kantin, Mahasiswa Universitas Pertamina dan Tim Coba Untuk Estimasi Jumlah Energi Listrik dalam Bentuk Biodiesel

Jakarta–Kali ini kabar gembira datang dari mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina, Ziyadatulkhair M. Faruqi, yang mempresentasikan hasil penelitian timnya diforum The 7th Japan-ASEAN Science, Technology and Innovation Platform (JASTIP) Symposium di ICE BSD Serpong, 24 Oktober 2019.

Ziyadatulkhair dan tim Dosen Program Studi Teknik Lingkungan mengambil penelitian dengan judul “Estimation of Biodiesel Production From Used Cooking Oil of University Canteen to Support Sustainable Electricity in Universitas Pertamina”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan minyak goreng yang tidak terpakai di kantin kampus. Minyak goreng tersebut diestimasi apakah dapat dijadikan biodiesel. Berdasarkan hasil penelitian, jika biodiesel tersebut dijadikan listrik akan dapat berkontribusi sebanyak 12% untuk penerangan di gedung rektorat, dan dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 2.2 MTCO2/bulan

JASTIP pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 untuk mengembangkan platform tiga bidang, yaitu energi dan lingkungan, sumber daya hayati dan keanekaragaman hayati, dan pencegahan bencana. Tujuannya yaitu untuk mencapai pembangunan berkelanjutan yang bekerja sama dengan berbagai stakeholder di ASEAN dan Jepang. Tahun ini, The 7th JASTIP Symposium mengangkat topik “Biodiversity, Genetic Resources, and Innovative Bioresource Technology-Toward 2025 Sustainable Use of Biodiversity”. dan bekerjasama dengan LIPI, JST, ASEAN Center dan Kyoto University.

Awalnya, Ziyadatulkhair mendapat kesempatan dari Dosen Program Studi Teknik Lingkungan untuk bersama-sama mengerjakan suatu penelitian untuk diikutsertakan pada symposium ini.

“Ajang ini juga merupakan arena untuk mahasiswa agar dapat memperluas jaringan dan kolaborasi penelitian atau bentuk kerjasama lainnya. Serta memperkenalkan kepada mahasiswa bagaimana dunia profesionalisme dan pentingnya membuat jejaring kolaborasi dan kerjasama multidisiplin,”   tutur Dosen pembimbing dari Program Studi Teknik Lingkungan.

Selain mempresentasikan hasil penelitian, Ziyadatulkhair dan tim juga berkesempatan untuk menambah relasi kerjasama kedepan (networking future collaboration). Kedepannya, tim akan mengirimkan full paper penelitian yang rencananya akan dipublikasi di IOP Conference Proceeding Series yang terindeks Scopus.

Kedepannya, semakin banyak penelitian-penelitian yang melibatkan mahasiswa untuk dapat berkontribusi. Penulisan paper penelitian ini dilakukan dalam Bahasa Inggris, oleh karena itu tidak hanya melatih kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian, juga melatih kemampuan mahasiswa dalam menulis. Sesuai dengan Visi Universitas Pertamina sebagai Universitas Kelas Dunia, kemampuan menulis khususnya penulisan menggunakan Bahasa Inggris sudah menjadi sesuatu hal yang penting untuk dikuasai.

*UH

Contact Appointment