Bekali calon lulusan dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Program Studi Teknik Universitas Pertamina Mesin Gelar Seminar Sense of Safety (UPSOS)

Jakarta – Perkembangan globalisasi dan kemajuan industri menjadikan setiap proses pembangunan sarat dengan tuntutan untuk menghasilkan yang terbaik. Padahal di dalam prosesnya tidak jarang terjadi kegagalan konstruksi dan kecelakaan di lingkungan kerja atau di luar pekerjaan yang menjadikan perusahaan dan para pekerja untuk sadar terhadap keselamatan kerja sedini mungkin dengan membuat Rencana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (RK3). Guna meningkatkan kesadaran akan faktor keamanan dan keselamatan kerja calon lulusan perguruan tinggi yang ingin meniti karir di dunia industri, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina menggelar seminar bertajuk UPSOS (Universitas Pertamina Sense of Safety) kali pertama yang bertempat di Auditorium Gedung Griya Legita, Universitas Pertamina, Senin, (17/09/2018).

“Keselamatan adalah prioritas utama bagi setiap pekerja, untuk itu setiap mahasiswa/i perlu menjadi pekerja profesional yang peduli akan kesehatan dan keselamatan kerja di masa mendatang.” Ujar Dr. Eng Purwo Kadarmo selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina. Senada dengan pernyataan tersebut,  Fatah Nurrahman (mahasiswa Teknik Mesin 2016) selaku Ketua Penyelenggara UPSOS juga menyampaikan bahwa tingginya angka kecelakaan yang tinggi di industri menjadikan calon lulusan harus memahami ruang lingkup kerja.  “Keselamatan adalah prioritas utama kita karena dengan menjaga diri kita selamat, maka segara urusan dan tujuan pun menjadi mudah,” ungkap Fatah.

Seminar menghadirkan narasumber Adithya Ryan Ramadhani, M.Sc., dosen Teknik Mesin Universitas Pertamina yang memiliki spesialisasi di bidang Safety Engineering, dengan tema Safety Awareness. Pada hari kedua, seminar dengan tema Safety in Industry dibawakan oleh Ir. Lelin Eprianto selaku Senior Vice President Corporate HSSE PT Pertamina. Selain menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pengetahuan sivitas akademik mengenai K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), serta tindakan apa yang perlu diambil jika terjadi bencana seperti gempa bumi, kebakaran atau kecelakaan yang lainnya. Selain seminar, acara juga diisi dengan simulasi penggunaan APAR dan simulasi evakuasi gempa bumi yang dilakukan di hari pertama.

Menurut Ir. Lelin Eprianto (Senior Vice President Corporate HSSE PT Pertamina) dalam industri migas, secara umum terdiri atas tiga (3) sektor, yaitu upstream (eksplorasi & produksi/ EP), midstream (pengolahan/ refining) dan downstream. Ekstraksi migas memiliki potensi yang dapat mengancam kehidupan dan lingkungan dan pada akhirnya, setiap bencana yang terjadi pada industri migas – terlepas dari penyebabnya – berperan dalam meningkatkan teknologi dan protokol keselamatan pada industri migas secara keseluruhan.  “Budaya keselamatan kerja adalah bagian dari organisasi dan dapat digambarkan dengan ungkapan dan tindakan kita dalam melakukan sesuatu. Di setiap perusahaan atau organisasi, penting bagi para pekerja untuk menumbuhkan sikap, kepercayaan, persepsi dan nilai yang dimiliki karyawan dalam kaitannya dengan keselamatan di tempat kerja,” imbuh Ir. Lelin. (IH/ANF)