Bangun Kepedulian Sosial lewat LIGHT-UP

JAKARTA- Program tahunan yang diadakan oleh Fungsi Kemahasiswaan UP bertema LIGHT-UP kembali hadir di bulan Agustus 2018. Kegiatan yang bertujuan untuk mengajak para mahasiswa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan juga sosial, pada Tahun 2018 akan dilaksanakan di dua tempat selama empat hari. Para peserta akan mendapat pembekalan di Universitas Pertamina pada 21 Juli dan 2-4 Agustus selanjutnya pembekalan di Desa Tenjo, Kabupaten Bogor pada 5-6 Agustus 2018.

Sebelum berangkat ke desa binaan, mahasiswa terpilih mengikuti seminar pada hari Sabtu, 21 Juli 2018 di Auditorium Universitas Pertamina. Panji Aziz selaku CEO Care Institute&Managing Director of Isbanban Foundation dan Hana Indriana selaku Dosen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor yang menjadi pengisi acara di seminar tersebut berkesempatan menyampaikan cara menciptakan gerakan sosial bagi para mahasiswa dan pola komunikasi dan pemberdayaan masyarakat desa.

Panji menuturkan lebih lanjut jika mahasiswa ingin membangun gerakan sosial, mahasiswa harus fokus terhadap satu permasalahan sosial terlebih dahulu. Hal tersebut bisa dimulai dari identifikasi permasalahan yang terkait pendidikan, kesehatan, keamanan, maupun ekonomi dan selanjutnya menganalisa fenomena tersebut. Hal ini dilakukan agar pelaksanaanya dapat berjalan baik. Jika sudah berhasil, maka tantangan selanjutnya adalah mengidentifikasi permasalahan lain. Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk membangun tim yang adaptif dan supportif untuk memastikan tujuan dapat tercapai. Melalui gerakan sosial, mahasiswa diharapkan dapat membangun nilai kerelawanan melalui slogan “RESPECT”, Reminder-Engage-Special-Powerful-Emphaty-Collaborate-Trust. “Bantulah selagi kita menjadi mahasiswa,” tuturnya. Terakhir, Panji berpesan agat setiap mahasiswa dapat memperluas jaringannya agar gerakan sosial mampu berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Hana menyinggung pola pomunikasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Hana menjabarkan bahwa pengembangan masyarakat merupakan sinergi dari tiga elemen, yaitu pemerintah, masyarakat, dan perusahaan. Hal ini sangatlah penting guna melegitimasi kegiatan sosial. Sebelum terjun ke lapangan, Hana menekankan bahwa terdapat empat hal yang harus diperhatikan mahasiswa terlebih dahulu, yaitu memetakan kondisi geografi desa, menggunakan teknik pengumpulan data, mendata potensi sumber daya, dan memperhatikan media penyerbaluasan. Lalu dalam implementasinya, penting memperhatikan pola komunikasi masyarakat “Pola komunikasi pada saat terjun di lapangan tidak hanya terbatas pada peran media dan teknologi, namun interaksi sesama komunitas yang akan memunculkan rasa saling percaya dan peduli atas perbedaan komunikasi.,” tambahnya.