S_7817469767838

HeuriCosmos Ajak Mahasiswa untuk Mempersiapkan Masa Depan Sedari Dini melalui Seminar Leadership Talks Path Your Future: Explore, Create and Impact

S_7817472267349JAKARTA – Masa perkuliahan merupakan waktu yang tepat dalam menyusun life plan bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan di masa depan yang tidak dapat diprediksi dan dipastikan. Guna menghadapi segala ketidakpastian tersebut, mahasiswa perlu mempersiapkan segala kemungkinannya dengan berbagai persiapan dan juga mengikuti sejumlah kegiatan yang mendukung perencanaan seperti salah satunya dengan mengikuti seminar inspiratif yang dapat meningkatkan motivasi. Seminar yang diselenggarakan oleh UKM Riset Universitas Pertamina “HeuriCosmos” pada tanggal 7 April 2017 di ruang Rektorat 1101 mengambil tema Leadership Talks Path Your Future: Explore, Create and Impact dengan mengundang berbagai pembicara seperti Tidar Rachmadi (Co-Founder Sabang-Merauke Indonesia), (Business Analyst at LINE Indonesia), dan Alia Noor (Founder Dreamdelion Indonesia).

Dalam sesinya, Tidar menyampaikan pentingnya seseorang membangun Individual Development Plant (IDP), “Individual Development Plant adalah metode yang digunakan perusahaan untuk membantu karyawan dalam meningkatkan kompetensi mereka sehingga mampu meraih kesuksesan karir jangka pendek hingga jangka panjang. Selain digunakan oleh perusahaan, setiap individu bahkan mahasiswa juga dapat merencanakan cita-citanya dengan menggunakan IDP tersebut. Setidaknya ada empat aspek dalam penentuan IDP yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA), fokuskan visi, dan bagikan visi ke seluruh dunia” ujarnya. Selain itu, sebagai Co-Founder sebuah komunitas sosial, Alia menyampaikan bahwa diperlukan niat yang tulus bagi seseorang guna membangun dan mempersiapkan mimpi-mimpinya. “Banyak sekali Mahasiswa/i yang memiliki mimpi dan prestasi yang hebat namun akhirnya tidak berdampak pada pembangunan sosial,” terangnya. Hal ini diungkapkan karena sulitnya Alia melakukan penetrasi ke lingkungan sosial disebabkan masyarakat sudah jengah dengan kegiatan mahasiswa. Kejengahan masyarakat dilatarbelakangi ketika mahasiswa melakukan riset untuk keperluan kajian/lomba, masyarakat tidak merasakan feedback yang diberikan mahasiswa. “Awalnya mahasiswa memberikan janji ketika nanti penelitian mereka selesai, maka masyarakat akan mendapatkan manfaatnya. Namun sampai sekarang janji tersebut tidak terealisasi,” tambahnya. Oleh karena itu Alia menuturkan niat yang tulus adalah instrumen yang berharga guna mencetak mimpi yang memiliki dampak sosial.

Sebagai pemuda yang memiliki prestasi segudang, Ilman Dzikri mengungkapkan salah satu kekurangan masyarakat Indonesia adalah selalu melihat kesuksesan seseorang pada hasil akhirnya, “Kesuksesan layaknya Iceberg (bongkahan es), hal yang dicapai seseorang hanyalah bongkahan kecil yang kita lihat daripada gunung es yang ada di dasar laut. Mungkin mereka mampu sukses seperti yang kita lihat, namun kita tidak tahu bahwa sebenanrnya banyak usaha dan kegagalan yang menemani di setiap step-nya,” ungkapnya. Oleh karena itu Ilman berpesan bahwa hard work and persistence adalah resep yang tidak bisa ditawar lagi. Acara seperti ini diharapkan akan terus dilaksanakan baik oleh Prodi maupun UKM guna menambah motivasi bagi para mahasiswa/i. (RAS)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *