STADIUM GENERALE PRODI HUBUNGAN INTERNASIONAL: Seusai Stadium Generale "Prospectives Relations between Indonesia-Turkey in the contexts of Geopolitics and Geoeconomics", Rektor UP (dari kiri ke kenan) berfoto bersama Narasumber H. E. Dr. Mehmet Kadri dan Dekan FKD dan FEB UP.

Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa tentang Hubungan Bilateral Indonesia dan Turki, Program Studi Hubungan Internasional Gelar Studium Generale

JAKARTA- Sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia menjadikan Indonesia memiliki kedekatan dengan negara-negara Timur Tengah baik secara identitas maupun politik. Tak terkecuali dengan Turki. Seperti yang diketahui, Turki memberikan pengakuan diplomatik terhadap Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949 dan hubungan bilateral Indonesia-Turki dimulai pada tahun 1950. Dalam Studium Generale yang mengangkat tema “Prospective Relations between Indonesia – Turkey in the context of Geopolitics and Geoeconomics” yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2018 di auditorium Universitas Pertamina, dijelaskan bahwa hubungan Turki dan Indonesia mampu dimanfaatkan untuk memberikan keuntungan bagi masing-masing negara.

Duta Besar Turki untuk Indonesia, H. E. Dr. Mehmet Kadri Sander Gürbüz menekankan bahwa Indonesia memiliki kemiripan dengan Turki tentang melimpahnya sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi. Hal inilah yang membuat Turki dan Indonesia memiliki power di masing-masing region. Perlu diketahui, baru-baru ini Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Turki terkait peningkatan produksi panas bumi. Sehingga membuat hubungan diplomatik kedua negara pun semakin erat. Selain kerjasama energi, kedua negara pun turut memfokuskan kerjasama pada bidang militer dan ekonomi. Dalam bidang ekonomi Indonesia dan Turki mencatat 13 miliar dalam perdagangan bilateral tahun lalu yang tentunya berpotensi untuk meningkat terus, hal ini ditandai dengan pembaharuan kesepatakan mengenai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki IIT-CEPA. Sedangkan dalam bidang militer kedua negara telah membuktikan keberhasilannya yang ditandai dengan kesepakatan pembuatan tank menengah Kaplan, produksi kapal selam dan pesawat tak berawak.  H. E. Dr. Mehmet Kadri turut melihat bahwa tidak adanya hambatan dalam hubungan diplomatik kedua negara membuat Turki dan Indonesia akan selalu berjalan beriringan dalam menangani berbagai masalah. “Kuatnya hubungan diplomatik Indonesia-Turki menjadi sinyal bahwa kerjasama yang diinsiasi merupakan isntrumen bagi kedua negara untuk mendapatkan keuntungan geopolitik dan geokonomi” ujar H. E. Dr. Mehmet Kadri.

Acara yang merupakan bagian program kerja Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Pertamina bekerjasama dengan Kedutaan Turki untuk Indonesia diharapkan dapat terus terselenggara guna menambah pengetahuan mahasiswa seputar  hubungan internasional. (RAS/Humas UP)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *