UPBringing Session : Hydrothermal System on The Active Volcano

Jakarta – UPBringing Session kembali digelar di Auditorium Universitas Pertamina, tepatnya di Gedung Griya Legita lantai 3 pada hari Jumat, 27 Oktober 2017. UPBringing yang mengangkat tema “Hydrothermal System on The Active Volcano,” menghadirkan Prof. Tsukasa Ohba dari Faculty of International Resource Science, Akita University, Japan, sebagai pembicara.

Di awal seminar, Prof. Tsukasa menguraikan tipe erupsi gunung dan transportasinya dengan mengetahui jenis lithofacies yang dibentuk. Sebagai contoh, letusan tipe hawaii menghasilkan aglutinasi, letusan tipe stromboli menghasilkan deposit scoria, letusan tipe volkano menghasilkan lapisan tephra dan letusan tipe plinian menghasilkan deposit batu apung. Selain itu, jenis letusan juga menentukan morfologi dari abu vulkanik yang dihasilkan, karena viskositas dan vesikularitas yang berbeda-beda. Sesuai dengan tema UPBringing pada kali ini, Prof. Tsukasa menjelaskaan perbedaan letusan magmatik dengan letusan freatik atau letusan hidrotermal. Pada letusan magmatik, yang dikeluarkan adalah magma. Sedangkan pada letusan hidrotermal, yang dikeluarkan adalah fluida panas di atas magma bersuhu 200-400°C. Contoh letusan hidrotermal adalah erupsi Ontake yang terjadi pada 27 oktober 2014 lalu. Dalam mempelajari volkanologi, Prof. Tsukasa melakukan berbagai eksperimen, dari yang sederhana yakni menggunakan kaca aquarium hingga menggunakan dinamit.

Meskipun Volkanologi merupakan kebidangan yang kompleks, Prof. Tsukasa berhasil membuktikan bahwa Volkanologi dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Prof. Tsukasa menghubungkan jenis dan mekanisme erupsi dengan mitologi. Dikisahkan ada seekor naga bernama Hachiro-Taro yang bertarung dengan pendeta bernama Nansobo. Pertarungan mereka menghasilkan letusan plinian. Namun pada akhirnya Hachiro-Taro kalah dan menghindar, yang kemudian menghasilkan aliran piroklastik beserta lahar.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa memahami gunung berapi membutuhkan berbagai pendekatan multidisiplin. Selain melalui Ilmu Alam, perlu adanya pendekatan Ilmu Sosial. Dengan adanya UPBringing Session ini, harapannya mahasiswa mengerti bahwa mempelajari fenomena vulkanik tidaklah sulit. Mempelajarinya dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan menyenangkan yang mereka sukai. (KA)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *