Universitas Pertamina Gelar UPBringing Session: Tingkatkan Manajemen Risiko pada Kalangan Insinyur dan Pengusaha

Jakarta – Pada 28 September 2017, Universitas Pertamina menggelar UPBringing Session bertemakan “Risk Management For Engineers And Entrepeneurs: A Pragmatic Approach.” Melihat pentingnya manajemen risiko bagi insinyur dan pengusaha, Universitas Pertamina menghadirkan pembicara ahli dibidangnya, Didier Lemaistre, Senior Lecturer MBA INSEAD,MBA ESCP New York Institute of Finance.

Acara yang berlangsung selama dua jam di Ruang Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina ini menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, penghindaran, minimalisasi, serta penghapusan risiko yang tidak dapat diterima dalam suatu kegiatan ataupun pekerjaan. Dalam proses menganalisis ataupun mengukur potensi dan kerugian dari setiap kegiatan, manajemen risiko memiliki delapan kerangka yang harus terpenuhi, yaitu lingkungan internal (internal environment), penentuan sasaran (objective setting), identifikasi peristiwa (event identification), penilaian risiko (risk assesment), tanggapan risiko (risk response), aktivitas pengendalian (control activities), informasi dan komunikasi (information and communication), serta pemantauan (monitoring).

Pada kerangka lingkungan internal (internal environment), dampak risiko dikaitkan dengan lingkungan operasi seperti budaya perusahaan dan struktur organisasi. Kerangka penentuan sasaran (objective setting), merupakan penentuan tujuan organisasi sehingga risiko dapat diidentifikasi, mudah diakses, serta dikelola sesuai tujuan. Kerangka selanjutnya mengenai identifikasi peristiwa (event identification), kerangka ini mengidentifikasi kejadian ataupun peluang serta risiko yang akan mempengaruhi pencapaian tujuan.  Selanjutnya  penilaian risiko (risk assesment) yaitu penilaian sejauh mana peluang dan risiko mempengaruhi pencapaian tujuan. Kemudian tanggapan risiko (risk response) merupakan penentuan sikap dari penilaian risiko. Kerangka aktivitas pengendalian (control activities) sebagai penyusunan kebijakan dan prosedur penjamin tanggapan risiko terlaksana dengan efektif. Selanjutnya kerangka informasi dan komunikasi (information and communication) sebagai wadah penyapaian informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang tepat. Kemudian kerangka pemantauan (monitoring), kerangka ini perlu dilakukan untuk mencermati adanya kendala dalam proses manajemen risiko.

Didier Lemaistre memaparkan empat alasan utama pengelolaan manajemen risiko untuk insinyur dan pengusaha. Selain berguna untuk kepentingan manajemen, mengelola risiko dapat mengurangi volatilitas pendapatan, memaksimalkan nilai pemegang saham, serta mempromosikan keamanan kerja, dan keuangan individu maupun perusahaan. Dengan tujuan tersedianya perlindungan, perencanaan keuangan yang tidak terganggu, dan penghasilan yang dapat meningkatkan kekayaan, manajemen risiko memiliki peran penting terhadap kelancaran usaha pada individu ataupun perusahaan, khususnya pada kinerja insinyur dan pengusaha.

Dengan digelarnya acara ini diharapkan mampu meningkatkan dan memahami pentingnya manajemen risiko dikalangan para insinyur dan pengusaha. Acara ini juga diharapkan mampu menggugah semangat kewirausahaan Mahasiswa Universitas Pertamina dengan mengenalkan pentingnya manajemen risiko untuk kelancaran setiap usaha yang dibuat. (VP)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *