Pertamina Ajak Mahasiswa Universitas Pertamina Kenali Bisnis Pertamina di Acara Asia Pacific Oil & Gas Convention and Exhibition (APOGCE)

Jakarta – Pada tanggal 17 dan 19 Oktober 2017, PT Pertamina (Persero) mengundang 20 mahasiswa Universitas Pertamina dari berbagai prodi untuk diajak mengenal lebih dalam tentang bisnis BUMN di bidang energi tersebut. Acara yang diselenggarakan di ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, ini merupakan bentuk penghargaan atas dukungan PT Pertamina (Persero) terhadap kegiatan Asia Pacific Oil & Gas Convention and Exhibition (APOGCE).

Pada hari Selasa, 17 Oktober 2017, Mahasiswa Universitas Pertamina berkesempatan mendapatkan materi dari salah satu anak perusahaan, yaitu Upstream Technology Center  (UTC). UTC telah dibentuk sejak 1996 dengan nama Unit Penelitian dan Pengembangan Eksplorasi Produksi dan memiliki tugas memenuhi permintaan bantuan teknis di lingkungan Pertamina dalam bentuk task force specialist, kajian dan evaluasi termasuk di dalamnya peer-review, problem solving, sentralisasi data dan aplikasi software, pemodelan, workshop dan pekerjaan lain yang sejalan dengan bisnis PT Pertamina (persero). Pada salah satu kesempatan pemateri menyampaikan bahwa saat ini UTC telah memiliki laboratorium Enhanched Oil Recovery (EOR), “Keberadaan laboratorium EOR sangatlah penting dalam pengembangan, karena dapat meningkatkan jumlah produksi minyak. Perencanaan dan analisis yang matang diperlukan untuk mendapatkan model yang tepat dari rencana pengembangan sumur melalui teknologi EOR.”

Kegembiraan dan keseruan pada hari pertama juga terjadi pada hari terakhir acara Asia Pacific Oil & Gas Convention and Exhibition. Kali ini Mahasiswa Universitas Pertamina mendapatkan materi tentang bisnis panas bumi yang sedang dikembangkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).  PGE dibentuk dan berdiri pada tahun 2006. Pembentukan diadasarkan atas amanat negara untuk bertugas dalam mengembangkan 10 Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) panas bumi di Indonesia.Saat ini dalam perjalanannya, PGE secara 100% telah mengoperasikan 3 sumur panas bumi, yaiu Kamojang, Lahendong, dan Ulubelu. Sedangkan sumur sisanya seperti Darajat, Lumutbalai, Hululais, Kotamubagu, Sungai Penuh, Argopuro, Karahabodas dioperasikan oleh PGE dan perusahaan lain.

Pemateri mengatakan bahwa Pertamina Geothermal Energy secara konsisten terus meningkatkan eksplorasi guna menambah kapasitas produksi dalam negeri, “ Sangat beruntung Indonesia terletak di wilayah ring of fire. Dengan begitu Indonesia memiliki sumur panas bumi yang melimpah, bahkan kapasitasnya nomor 4 terbesar di Dunia. Hal ini merupakan kelebihan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kedaulatan energi bangsa,” tukasnya. Namun dalam perkembangannya, PGE tidak semulus yang dibayangkan, banyak hambatan yang menerpa mulai dari masalah teknologi hingga societal. Diharapkan rakyat Indonesia dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah mampu bersikap kolaboratif dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam di negeri Ini. Sehingga masalah krisis energi tidak menghantui Indonesia dan rakyat pun akan mendapatkan kesejahteraan. Diharapkan acara seperti ini akan terus berlangsung agar menambah pengetahuan mahasiswa. (RA)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *