Kembali Gelar Ujian Masuk, Universitas Pertamina Himbau Calon Mahasiswa Baru untuk Mempersiapkan Diri dalam Menghadapi Awal Perkuliahan

JAKARTA – Setelah dua periode pelaksanaan Ujian Masuk (UM) Universitas Pertamina yang dilaksanakan pada bulan April dan Juni lalu, Universitas Pertamina kembali membuka kesempatan bagi para pelajar Indonesia untuk mengikuti ujian masuk periode tiga yang dilaksanakan secara serentak di 5 (lima) kota besar di Indonesia yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya pada hari Minggu, 10 Juli 2017.

Pada periode ketiga ini, ujian masuk Universitas Pertamina diikuti oleh 1214 pendaftar dari berbagai lulusan SMA/SMK/Sederajat dalam dan luar negeri. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Humas dan Pusat Sumber Daya Informasi Universitas Pertamina, pendaftar dengan lokasi terjauh, terdepan, dan tertinggal berasal dari Kabupaten Bireun, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Sikka. Menariknya pada periode kali ini, Universitas Pertamina memberikan potongan sebesar 50% hingga pembebasan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) kepada peserta dengan nilai ujian terbaik. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik baik.

Seperti tahun lalu, tahun ini Univeritas Pertamina akan menerima sekitar 1200an mahasiswa yang berarti satu program studi akan berisi sekitar 60 hingga 100 mahasiswa. Menurut wawancara yang dilakukan oleh Humas dengan Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, “Hasil yang diharapkan dari UM Periode 3 ini, terpilihnya 250-300 mahasiswa dengan hasil tes terbaik. Tahun ini Universitas Pertamina berencana menerima 1.200 mahasiswa dengan proporsi kurang lebih 250-300 mahasiswa per periode ujian masuk. Jika mereka lulus, maka mereka harus mengikuti prosedur pendaftaran ulang baik secara online dan fisik yang akan dilakukan di bulan Agustus mendatang.” Untuk itu Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra berpesan agar calon mahasiswa yang diterima dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa.

Persiapan menjadi kunci dalam menghadapi perubahan mengingat permasalahan yang sering dihadapi oleh para mahasiswa baru adalah ketidaksiapan mereka dalam menghadapi berbagai perubahan. Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra menjelaskan bahwa tantangan mahasiswa baru dalam menghadapi awal perkuliahan adalah waktu. Mahasiswa baru harus bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk membekali diri dengan pengetahuan yang didapatkan di dalam kampus dengan berusaha semaksimal mungkin saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan berusaha mandiri untuk mencari bahan atau informasi yang mendukung pembelajaran mengingat kegiatan perkuliahan akan sangat berbeda dengan SMA/SMK. Selain meningkatkan pengetahuan akademik, mahasiswa baru juga dihimbau untuk berpartisipasi aktif di berbagai kegiatan kampus atau mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang memiliki tujuan dan fungsi sama seperti kegiatan ekstrakurikuler di tingkat pendidikan menengah.

Selain menitikberatkan di tataran personal mahasiswa baru, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra juga menyoroti harus adanya transformasi pada lingkungan untuk mendukung mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri mereka sebaik mungkin seperi mengadakan kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa (MOS). Idealnya, kegiatan tersebut dapat memfasilitasi calon mahasiswa baru untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus, bukan diartikan sebagai masa perpeloncoan. MOS di Universitas Pertamina diadakan melalui program POP-UP (Pekan Orientasi dan Pengenalan Universitas Pertamina). Kegiatan ini memfasilitasi para mahasiswa baru untuk siap berubah dan siap menerima perubahan. Dua macam perubahan utama yang harus dipersiapkan oleh para calon mahasiswa adalah perubahan kebiasaan dan pola fikir.

Berbagai kegiatan postif yang diadakan oleh Universitas Pertamina sedari awal merupakan manifestasi dari komitmen Universitas Pertamina untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas. Selain berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan soft skill para mahasiswanya, Universitas Pertamina juga bertanggungjawab dalam mengembangkan kemampuan akademik mahasiswa dengan menyediakan kurikulum yang disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri, penyediaan tenaga pengajar yang berkompeten di bidangnya, didukung dengan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kemampuan teoritis mahasiswa/i yang dipelajari di ruang kelas. (Humas)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *