Peran Institusi Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Bonus Demografi

Jakarta – Pendidikan merupakan salah satu upaya strategis untuk mengatasi persoalan multidimensi yang dihadapi oleh Indonesia. Melalui pendidikan, diharapkan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih berkualitas dan berdaya saing di tengah derasnya arus globalisasi. SDM berkualitas menjadi kunci bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk dapat menikmati bonus demografi yang sering dielukan oleh pegiat pendidikan.

Rektor Universitas Pertamina, Akhmaloka dalam wawancaranya di persiapan pelaksanaan ujian masuk Universitas Pertamina periode 2 (dua) yang akan diadakan pada 20 Mei 2017 menyampaikan bahwa dalam perkembangan masyarakat ekonomi ASEAN, Indonesia memiliki peran yang sangat penting mengingat banyaknya jumlah penduduk yang didominasi oleh usia produktif. Lebih lanjut, Akhmaloka menganalogikan Indonesia sebagai bayi raksasa yang sedang tertidur. Jika kelompok usia produktif ini dibekali dengan kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan di dunia industri, bukan tidak mungkin Indonesia bisa sejajar dengan sejumlah negara tetangga yang sudah lebih dulu maju dibandingkan Indonesia. Meskipun begitu, kembali Akhmaloka mengingatkan bahwa meningkatkan kompetensi dan kemampuan individu bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan upaya yang terintegrasi untuk mendukung percepatan perkembangan dunia pendidikan.

Sebagai negara berkembang, Indonesia menempati urutan ke-69 dari 127 negara di dunia dalam indeks pembangunan pendidikan. Jika ingin mendapatkan SDM bermutu dan berdaya saing, Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Di Indonesia, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh faktor internal seperti kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tetapi juga faktor eksternal seperti kualitas pendidik, suasana pembelajaran, infrastruktur, hingga akses untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Akhmaloka menyoroti pada kualitas dari para pendidik untuk bisa menghasilkan SDM yang mumpuni dalam pekerjaannya. Pendidik diharapkan dapat memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif selama kegiatan belajar mengajar agar peserta didik dapat mengembangkan dirinya, tidak hanya berkembang secara kognisi tetapi juga perilaku. Institusi pendidikan tinggi perlu memahami bahwa pembelajaran tidak hanya berbicara soal nilai objektif tetapi interaksi dan kerjasama yang dibangun antar mahasiswa dan pendidik dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif agar peserta didik memiliki motivasi dalam belajar dan membawa perubahan signifikan bagi diri mereka.

Akhmaloka memberikan gambaran tentang Universitas Pertamina yang berusaha menjadikan lulusannya menjadi sarjana plus. Para pendidik di Universitas Pertamina dituntut untuk tidak hanya sekedar menjadi pengajar yang melakukan transfer learning kepada mahasiswanya tetapi pengajar yang menjadi pendidik– dapat menanamkan nilai-nilai adiluhung  di era modern. Guna merealisasikan tujuan tersebut, para dosen diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai seminar dan training dalam dan luar negeri bahkan dosen juga dibekali ilmu mengajar dan kemampuan berkomunikasi di sesi coaching clinic yang diinisiasi oleh Kantor Wakil Rektor I (satu) bidang akademik dan kemahasiswaan.

Selain mengembangkan kualitas dari para pendidik, Universitas Pertamina juga terus memupuk kemampuan dan kompetensi mahasiswa di bidang akademik dan non-akademik. Di tahun pertama mahasiswa dibekali dengan kemampuan berpikir analitis melalui sejumlah mata kuliah yang sangat dekat dengan permasalahan kehidupan sehari-hari seperti mata kuliah berpikir kritis atau creative problem solving. Universitas Pertamina acapkali mengadakan berbagai kegiatan seperti sharing session dan kuliah umum dengan mengundang berbagai praktisi atau akademisi dalam dan luar negeri dalam menambah khasanah pengetahuan mahasiswa tentang bidang yang digelutinya. “..kelak ketika mahasiswa lulus, mereka dapat menjadi cendekia plus yang tidak hanya menguasai keilmuan, tetapi tuga memiliki karakter profesional…” ujarnya.  Meskipun Universitas Pertamina baru berusia satu tahun tetapi Universitas Pertamina terus berkomitmen dalam mendukung percepatan pembangunan di bidang pendidikan dan berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jika setiap institusi pendidikan tinggi di Indonesia dapat terus berkomitmen dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi, kelak, 20 hingga 30 tahun mendatang kelompok usia produktif yang didominasi oleh generasi milenial dapat menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam menikmati bonus demografi dan mengejar ketertinggalan dari negara tetangga. Namun jika pemerintah dan institusi pendidikan tidak bergerak dan bekerjasama dalam melakukan percepatan pembangunan pendidikan maka pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi setiap tahunnya hanya akan menjadi disaster demographic. (IMH)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *