Kuliah Umum Teknik Sipil: Pengembangan Teknologi Deep Water di Lepas Pantai

Jakarta – Energi angin (Wind Power) merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan, banyak negara-negara maju dewasa ini mulai memanfaatkan sumber daya ini selain sumber daya energi bersih lainnya. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia akan energi dan keharusan untuk menjamin keseimbangan lingkungan dari usaha tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa sumber energi minyak mentah semakin minim, sementara dilain sisi pemanfaatan energi fosil memberikan dampak yang mengkhawatirkan terhadap proses perubahan iklim dunia.

Di Indonesia sendiri proses pemanfaatan energi angin masih sangat minim, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketersediaan lahan, kondisi angin yang fluktuatif, maupun efek fisik yang ditimbulkan oleh instalasinya terhadap kehidupan masyarakat.  Akan tetapi, dewasa ini para ahli di beberapa negara sedang berinovasi dalam memanfaatkan energi angin, mereka telah menemukan teknologi yang memungkinkan instalasi energi angin dapat dipasang di daerah lepas pantai (offshore), sehingga hambatan-hambatan diatas dapat diatasi.

Dalam rangka memahami proses dari pemasangan instalasi, penyimpanan energi, hingga pendistribusian energi melalui inovasi yang dimaksud, Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina teah mengadakan kuliah umum yang bertajuk “Renewable Energi Development in Deepwater Technology”. Hadir sebagai pembicara yaitu Professor Bernt J. Leira, dosen tamu dari Departement of Marine Technology, Norwegian University of Science and Technology. Seminar ini berlangsung pada tanggal 18 Mei 2017, bertempat di Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina.

Dalam kesempatan ini, Prof. Bernt J. Leira menyampaikan materi menyangkut bagaimana pengembangan teknologi energi angin di laut lepas (offshore wind energy) yang ada di Norwegia. Berdasarkan presentasi beliau, setidaknya ada 5 jenis Instalasi yang pada umumnya digunakan dilokasi lepas pantai, diantaranya: (1) Gravity Base, (2) Tripod, (3) Monopile, (4) Jacket, dan (5) Combine Jacket. Banyak keuntungan yang didapat ketika memanfaatkan energi angin dengan teknologi di lepas pantai. Prof. Leira menyebutkan bahwa kekuatan angin di lepas pantai relatif lebih konstan dibandingkan didarat (onshore), selain itu teknologi di lepas pantai juga mereduksi kelemahan-kelemahan yang biasanya ditimbulkan oleh instalasi energi angin konvensional, sehingga hal ini memungkinkan teknologi ini terus berkembang, dan instalasi yang dipasang dapat bekerja secara efektif untuk menghasilkan daya yang lebih besar. Meskipun begitu, offshore wind energy ini juga memiliki kekurangan, seperti biaya pemasangan, perawatan, dan pemiliharaan instalasi yang relatif lebih tinggi, akan tetapi Prof. Leira meyakini bahwa hal tersebut dapat diatasi kedepannya dengan pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini.

Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, mereka juga sempat melontarkan beberapa pertanyaan terkait adanya kemungkinan teknologi yang sudah diterapkan di Norwegia dan diaplikasikan di Indonesia. Sebagaimana yang telah kita ketahui pula bahwa pemanfaatan energi angin di Indonesia masih sangat minim, Prof. Leira berpendapat bahwa kemungkinan Indonesia untuk memanfaatkan teknologi offshore wind power sangat besar karena sebagian besar wilayah geografis di Indonesia pun dipenuhi oleh lautan. Selanjutnya, Prof. Leira menambahkan bahwa pengembangan dan pemanfaatan energi angin di lepas pantai sangat ditentukan oleh beberapa hal; seberapa besar permintaan energi saat ini maupun di masa depan, adanya kemungkinan solusi terhadap teknologi onshore yang lebih murah, serta kebijakan dari pemerintah terkait persoalan energi kedepannya.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa khususnya Program Studi Teknik Sipil untuk dapat mempersiapkan diri dalam menjawab tantangan-tantangan yang ada seputar energi, tidak hanya energi angin, tetapi juga sumber energi terbarukan lainnya, demi menjamin keamanan energi bagi kesejehateraan rakyat, hari ini, esok, dan di masa yang akan datang. (Ilham/Ita)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *