Indonesia Diambang Krisis Energi: Adakah Solusi untuk Menanggulangi Hal Tersebut?

JAKARTA – Energi merupakan sumber kehidupan di muka bumi, hampir semua aktivitas manusia membutuhkan energi, mulai dari menggerakkan tubuh hingga menggerakan kendaraan, semua membutuhkan energi. Salah satu energi yang paling banyak digunakan oleh umat manusia, khususnya di Indonesia adalah minyak bumi dan gas alam. Sebagai salah satu Universitas yang berfokus pada bidang energi, Pada 4 Mei Universitas Pertamina mengadakan UPBringing Session dengan tema “Apakah Indonesia Masih Kaya Migas? Harapan Eksplorasi Migas di Masa Depan” menghadirkan Awang Harun Satyana (Chief Specialist SKK Migas) yang bertempat di Auditorium lantai 3, Gedung Griya Legita, Universitas Pertamina.

Di hadapan  mahasiswa Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi (FTEP) pemateri menyampaikan keprihatinan akan kondisi minyak bumi dan gas alam di Indonesia. Disebutkan bahwa produksi minyak yang dilakukan oleh Indonesia semakin lama semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal: kurangnya investasi, proses perizinan, dan memang usia sumur yang sudah lebih dari 15tahun. Meskipun Energi Baru Terbarukan (EBT) digadang-gadang dapat menggantikan peran minyak di kehidupan sehari-hari, nyatanya mengelola EBT bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan teknologi dan sumber daya yang mengetahui jelas permasalahan dan strategi untuk mengelola EBT agar tepat sasaran dan efektif.

Alternatif lain yang dapat dilakukan dalam persoalan ketahanan energi adalah melakukan produksi dan mengelola gas. Kabar baiknya adalah produksi gas di Indonesia menunjukan tren peningkatan setiap tahunnya dan hal ini harus didukung berbagai lini. Dilihat dari berbagai survey geologi dan pengeboran, baru sekitar 20% dari potensi migas Indonesia yang tereksplor. Persoalan yang harus ditelisik lebih jauh mengenai teknologi dalam pengelolaan gas adalah teknologi yang dapat mengubah dari gas yang telah ditransportasikan sebagai cairan menjadi gas kembali.

Sekalipun Indonesia sedang diambang krisis ketahanan energi, nyatanya Indonesia masih memiliki harapan karena potensi minyak dan gas di Indonesia masih banyak. Awang menitipkan pesan kepada mahasiswa yang bercita-cita sebagai geoscientist dan engineer untuk terus mengembangkan akademik dan softskill. Seorang calon engineer dan geoscientist harus mengetahui dasar-dasar teknis terkait keilmuan, mampu berpikir analitis dan kreatif, mampu bekerja secara team, memiliki kemampuan matematika yang baik, menyukai kerja lapangan, dan tidak kalah penting adalah kemampuan berkomunikasi dan bersikap sesuai norma aturan yang berlaku. Melalui SDM yang baik, diharapkan dapat membuat kondisi perkembangan migas menjadi lebih baik. (Ezra/Khansa/Ita)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *