IMG_7860

Hadapi Kebutuhan Industri, Prodi Teknik Mesin Bekali Mahasiswa dengan Pelatihan ANSYS

Jakarta – Seiring berkembangnya zaman, perusahaan industri dituntut untuk terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan namun dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan harga terjangkau tanpa mengurangi tingkat kualitasnya. Dalam sebuah proses pengembangan setidaknya harus melalui 3 tahap; riset dan desain, prototip, dan evaluasi. Jika ada salah satu proses yang gagal, maka industri harus rela untuk memulai kembali proses produksi dan hal ini dirasa tidak efektif.

Untuk mengatasi hal tersebut, pada dasawarsa ini, hampir seluruh perusahaan industri mengganti pendekatan mereka dalam memanufaktur suatu produk dan bermigrasi ke berbagai macam perangkat lunak yang dirancang khusus untuk kebutuhan simulasi. Dengan menggunakan perangkat lunak, biaya produksi prototip bisa ditekan dengan sangat besar, karena wujud fisik produk tersebut tidak dibutuhkan, dan uji ketahanan dapat dilakukan dalam berbagai keadaan yang bisa diatur sesuai keinginan tanpa harus terjun ke lapangan secara langsung. Proses riset dan evaluasi juga bisa dilakukan dengan lebih cepat, karena semua data yang dibutuhkan telah tersedia dalam pustaka perangkat lunak yang digunakan.

Namun, karena perangkat lunak tersebut memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, dibutuhkan keahlian khusus untuk menggunakannya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, pada hari Rabu, 10 Mei 2017, program studi Teknik Mesin Universitas Pertamina menggelar pelatihan software ANSYS di Laboratorium Komputer Gedung Griya Legita, diisi oleh Albert Meigo, S.T., M.T. yang merupakan praktisi berpengalaman dari Institut Teknologi Bandung. Pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Pertamina dari berbagai program studi dan berlangsung pukul 7.30-17.00 WIB.

ANSYS merupakan perangkat lunak modelling dan simulasi yang telah digunakan ribuan perusahaan industri dan perguruan tinggi di seluruh dunia. ANSYS biasa digunakan sebagai perangkat CAD (Computer Aided Design) untuk membentuk model rangkaian yang kompleks dengan cepat. ANSYS juga memiliki sebuah system internal berupa workbench yang dapat diintergrasikan dengan komputer lain yang memudahkan alur koordinasi pengerjaan proyek dalam suatu tim. Hal terpenting yang harus diketahui bahwa ANSYS dapat mensimulasikan berbagai bidang seperti permesinan, eksplorasi minyak dan gas, kelistrikan, konstruksi bangunan, bahkan kedokteran.

Pelatihan ini dibagi menjadi 3 modul; modul sketching, modul modelling, dan modul repairing. Pada modul pertama, peserta diajarkan cara membuat rancangan datar dua dimensi dengan berbagai teknik seperti memotong dan menyimetriskan node vektor dalam suatu bidang. Kemudian di modul kedua peserta diajarkan cara-cara mentransformasi rancangan datar tersebut menjadi sebuah bentuk tiga dimensi seperti ekstrusi dan penjalaran. Di modul terakhir, peserta diajarkan cara memperbaiki dan mengoptimasi desain yang dibuat agar model akhir yang dihasilkan sempurna tanpa cacat.

Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa Universitas Pertamina mengenai teknologi terbaru sekaligus mampu mempersiapkan mahasiswa Universitas Pertamina untuk dapat bersaing di bidang industri, mengingat tantangan perindustrian di masa depan akan semakin kompleks. (Refal/Khansa/Ita)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *