Universitas Pertamina dan Upstream Technology Center (UTC) PT Pertamina (Persero) Jalin Kerjasama untuk Mendukung Penelitian Berbasis Keilmuan dan Teknologi

IMG_4965

Jakarta – Universitas Pertamina bersama PT Pertamina (Persero) mengadakan Kerjasama Program Kerja Upstream Technology Center (UTC) pada 24 Maret 2017. Program kerja ini meliputi program kerja penelitian dalam bidang science and technology. Acara dilaksanakan di ruang 2803-4 Gedung Griya Legita Universitas Pertamina.

     Upstream Technology Center (UTC) memiliki peran sebagai penyedia dan pengembang teknologi EP untuk Direktorat Hulu dan APH, Center of Excellence untuk dukungan energi pada tataran operasional APH, pengarah dan pelaksana kebijakan teknologi EP di APH, pengembangan kompetensi teknis SDM di Direktorat Hulu, dan pengelola data eksplorasi dan produksi di PT Pertamina (Persero).

     Workshop dihadiri oleh Sigit Rahardjo selaku perwakilan Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) bersama tim, Prof. Akhmaloka PhD selaku Rektor Universitas Pertamina, Budi Sutjipto PhD yang merupakan Wakil Rektor III bidang pengembangan dan kerjasama Universitas Pertamina, para dosen dan staf yang relevan seperti dosen Teknik Perminyakan,Teknik Geologi, Teknik Lingkungan, Ilmu Kimia, Ilmu Komputer, dan Teknik Kimia Universitas Pertamina.

     Kerjasama ini didirikan dengan misi mempererat kerjasama pendidikan dan penelitian untuk sinergi manfaat lulusan Universitas Pertamina dan untuk kemajuan penelitian di PT Pertamina (Persero) untuk kemajuan bangsa dan negara.

     Workshop dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama meliputi Geology, Geophysic, New Energy and Green Technology, Data and Geomatics berlangsung di ruang 2803 dengan moderator Wahyu Agung Pramudito, Ph.D.  Diskusi bidang kedua meliputi Reservoir and Production, Drilling, BOR and Technology berlangsung di 2804 dengan moderator Aninda R Tirtawinata M.Litt . Diskusi bidang ketiga mengenai Process and Facility dengan moderator Rahmat Septian, MT., Sc. yang berlangsung di 2805.

     Menurut MENRISTEKDIKTI penelitian di Indonesia masih menggunakan teori fundamental.  Teori fundamental digunakan untuk penelitian yang berorientasi pada hasil akhir berupa kertas yang dapat digunakan seseorang melakukan kenaikan pangkat. Permasalahan ini menjadikan refleksi bagi Universitas Pertamina untuk melakukan penelitian yang berlandaskan pada teori hilirisasi dengan harapan penelitian yang dilakukan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kehidupan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *