Mahasiswa Ilmu Komunikasi UP Lakukan Kunjungan ke Radio Prambors untuk Mempelajari Strategi Radio dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital

JAKARTA – Berbicara tentang radio, kelompok usia yang lahir hingga tahun 1990 merupakan generasi yang menjadikan radio sebagai media favorit mereka. Melalui media ini, masyarakat dapat mendengarkan berbagai hal yang bersifat informatif, edukatif, dan menghibur seperti berkirim salam melalui radio. Saat ini radio juga masih dijadikan sarana untuk penyebarluasan informasi, bahkan sejumlah komunitas mulai beramai-ramai membangun radio komunitas untuk menyerbakan informasi penting. Meskipun masih memiliki peranan penting di masyarakat, radio harus rela berhadapan dengan ragam media digital yang lebih digandrungi oleh warga net yang merupakan sasaran utama pendengar radio. Radio harus memiliki sejumlah strategi untuk mempertahankan eksistensi di tengah gempuran media digital hingga media sosial. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh media massa seperti radio, sudah sepantasnya mahasiswa terutama mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai agen perubahan di masa datang diharapkan dapat terus menjaga peranan dari setiap media yang ada saat ini dengan mempelajari berbagai strategi yang dibutuhkan oleh media massa.

Berangkat dari hal ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pertamina berkesempatan untuk mengunjungi salah satu radio terbesar di Indonesia, Prambors, pada hari Senin, 10 April 2017. Dengan tagline “Indonesia No. 1 Hit Music Station,” Prambors telah eksis mengudara selama 46 tahun dan tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, mengingat Prambors berusaha mengikuti perkembangan jaman dengan berbagai strategi. Sebagai public relations dari Maxima Group, Ratri menyampaikan bahwa industri media membutuhkan orang-orang yang kreatif dan selalu berinovasi. Dalam artian bahwa para pekerja mampu mengintegrasikan berbagai media dan informasi tanpa menghilangkan fungsi media satu sama lain. Melalui ragam media sosial Prambors mempublikasikan kegiatan menggunakan fitur live story yang ada di Instagram atau live streaming yang ada di Facebook.

Ditemani oleh Awan selaku marketing implementer Prambors di kunjungan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pertamina, Awan melanjutkan bahwa seorang public relations maupun marketing implementer harus fokus terhadap target sasaran. Jika para pendengar utama Prambors adalah kelompok usia 15 hingga 25 tahun, maka strategi promosi harus tepat guna. Prambors berusaha mendekatkan diri dengan kaula muda dengan membahas topik yang sedang “ngetrend” dan merilis lagu-lagu terbaru. Prambors juga acap kali menggelar kuis berhadiah tiket konser artis ternama dalam dan luar negeri, tidak hanya berkesempatan untuk menonton artis favorit, tetapi pemenang juga diajak berkeliling di kota konser. Ratri melanjutkan bahwa membangun dan membina hubungan dengan para stakeholder seperti pendengar, sponsor, hingga promotor menjadi kunci agar suatu usaha seperti radio mampu bertahan.

Selain mengadakan kuis berhadiah, Prambors juga menggelar berbagai kegiatan yang mendekatkan kepada khalayak. Generasi X dan Y tentunya pernah mendengar POPA alias The Power of Putih AbuAbu, reality show yang mengundang sejumlah artis atau band untuk datang ke SMA di JABODETABEK. Di acara tersebut, siswa saling beradu kreativitas untuk menjadi yang terbaik. Balada Cinta Ramadhan juga menjadi salah satu radioplay yang paling fenomena di masa itu, dengan menampilkan opera sabun bertemakan kehidupan perkuliahan, sekolah, percintaan, hingga horor, para pendengar rela dibuat penasaran menunggu akhir cerita yang disajikan. Prambors berencana mengulang kesuksesan tersebut dengan menggelar acara serupa dengan melibatkan komunitas dan SMA se-JABODETABEK.

Kesemua hal ini tentunya sejalan dengan promosi yang ada di dalam bauran pemasaran Kotler bahwa promosi menjadi senjata ampuh untuk keberlanjutan usaha produk atau jasa. Perusahaan dituntut untuk dapat mensinergikan pemasaran lini atas dan lini bawah. Pada pemasaran lini atas, kegiatan promosi dilakukan dengan menggunakan berbagai media massa sedangkan pada pemasaran lini bawah, promosi bersifat lebih personal. Perusahaan dapat merangkul konsumen secara langsung dengan membangun komunikasi seperti yang dilakukan oleh Radio Prambors.

Sebelum mahasiswa mengakhiri kunjungannya, Ratri dan Awan menitipkan pesan kepada mahasiswa untuk terus memperbaharui pengetahuan guna menjadi pribadi yang berdaya saing di era globalisasi. Ratri dan Awan juga mengajak sejumlah mahasiswa yang berpartisipasi di sesi tanya jawab untuk berkeliling ke sejumlah studio yang dimiliki oleh Maxima Group, salah satunya Prambors. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk bertemu dengan para penyiar radio dan menambah pengetahuan mereka mengenai profesi sebagai seorang penyiar radio. Kunjungan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk belajar lebih banyak mengenai strategi radio dalam menghadapi era digital dengan menyinergikan media digital dan media elektronik serta padu padan metode strategi pemasaran.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *