IMG_9852

Bersama Komunitas Young On Top (YOT) Universitas Pertamina Adakan Seminar “Networking Guide in Digital Era”

Jakarta – Di era teknologi seperti sekarang ini, setiap orang dapat memanfaatkan media komunikasi yang terhubung dengan internet untuk melakukan berbagai hal; berkomunikasi, belanja online, memesan jasa, menonton acara televisi secara online hingga berkenalan dengan orang baru. Jika digunakan secara bijak, revolusi digital membawa kemaslahatan bagi perkembangan kehidupan manusia.

Era digital memiliki ikatan yang sangat dekat bagi generasi Z – kelompok yang dilahirkan pada tahun 1995 hingga 2011. Sebagai generasi internet, kelompok ini sangat mahir dalam memanfaatkan media teknologi terlebih media sosial untuk mencari informasi, menyalurkan kreatifitas, dan ajang membangun citra diri. Meskipun kelompok ini sangat dekat dengan teknologi komunikasi tetapi kelompok ini juga sangat rentan dalam menggunakan media secara bijak.

Bekerjasama dengan komunitas Young On Top (YOT), Sabtu 4 Maret 2017 Universitas Pertamina menggelar seminar motivasi dengan tema Networking Guide in Digital Era”. Kegiatan dilaksanakan di ruang auditorium gedung Griya Legita, kompleks Universitas Pertamina, Simprug, Jakarta Selatan. Kegiatan yang dihadiri oleh 150 peserta dari berbagai universitas tersebut menghadirkan Stanley, Manajer E-Commerce Line Indonesia dan Riki Sonjaya, General Manager PT. YOT Inspirasi Nusantara sebagai pembicara.

Seminar yang dilaksanakan dalam rangka YOT Campus Roadshow, membahas berbagai peluang yang dapat dihasilkan dari mahasiswa sebagai generasi yang melek internet, salah satunya adalah memperluas networking di era digital. Universitas Pertamina merupakan YOT Campus Roadshow yang keenam di Young On Top Campus Ambassadors Batch 7.

Mahasiswa dapat memulai membangun citra diri dengan memanfaatkan media digital untuk menampilkan berbagai potensi dan keahlian yang mereka miliki, mengingat hal ini dirasa penting bagi perkembangan karir mereka di masa datang. Untuk menuju karir cemerlang, tentunya bukan tanpa usaha. Mahasiswa harus mengetahui tentang etika dan norma ketika menggunakan media digital dengan menyaring informasi atau konten yang boleh dan tidak boleh ditampilkan. Ketika mahasiswa dapat menampilkan diri secara terbaik, maka secara paralel networking pun semakin bertambah.

Sebagai contoh, mahasiswa yang menyukai seni fotografi cenderung akan menampilkan hasil-hasil karya mereka di akun media sosial mereka. Mereka akan mencari orang-orang yang memiliki kedekatan serupa. Dari sinilah networking terbangun, dengan memiliki ketertarikan yang sama. Proses ini pun tidak hanya berhenti di sisi ini, dengan menjalin hubungan dan komunikasi efektif, maka bisa dipastikan kedekatan diantara mereka akan tercipta. Hal ini sesuai dengan  teori penetrasi sosial- bahwa setiap orang membutuhkan proses untuk menjalin hubungan yang intim. Lebih lanjut, proses pembentukan citra diri tidak hanya berkelakar dari si yang empunya kepentingan tetapi juga dari mereka yang melihat. Sebaik apapun kita membentuk diri kita, tetapi lingkungan menjadi kontrol atas persepsi yang kita konstruksikan.

Personal branding di era digital menjadi cermin bagi setiap orang bahwa citra diri tidak hanya berbicara soal menampilkan diri secara terbaik tetapi juga membangun jejaring hingga membina hubungan. Amat disayangkan jika media digital tidak dimanfaatkan secara baik dan bijak untuk kepentingan diri dan lingkungan.

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *