garut

Universitas Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Garut

Garut –Hujan yang turun sejak Selasa (20/9) dalam intensitas tinggi dan berdurasi panjang menyebakan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Hal tersebut menjadikan wilayah di sejumlah Kabupaten Garut dan sekitarnya dilanda banjir bandang dengan ketinggian 3 hingga 15 meter yang dimulai dari Selasa (20/9) jam  19.00 hingga Rabu (21/9).

Adapun sejumlah titik yang terkena banjir diantaranya Kecamatan Tarogong Kidul, Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan Bayongbong dan Kecamatan Banyuresmi. Banjir bandang mengakibatkan sejumlah rumah hancur, kendaraan pribadi hanyut hingga menelan korban jawa di sejumlah wilayah.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menjadi korban banjir, Universitas Pertamina memberikan bantuan kepada masyarakat di Desa Suka Ratu, Kampung Cihaur dan posko bantuan yang ada di Gedung Islamic Center Tarogong pada hari Sabtu (1/10).Penggalangan dana dan bantuan dikumpulkan oleh tim Universitas Pertamina peduli pada  27 hingga 30 September 2016.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang tetapi juga popok bayi, makanan untik anak bayi dan dewasa, air minum, bantuan medis, alat kebersihan, toiletris dan berbagai kebutuhan logistik lainnya. Universitas Pertamina Peduli juga mengantisipasi kebutuhan logistik lain bagi anak-anak dengan menyediakan berbagai cemilan sehat dan kebutuhan sekolah mereka.

Di Desa Suka Ratu, Kampung Cihaur korban mencapai  58 KK yang terkena dampak banjir. Dampak parah yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah sektor pertanian dan perikanan, mengingat dua sektor tersebut merupakan mata pencaharian utama masyarakat sekitar. Sedangkan Gedung Islamic Center dijadikan posko bantuan darurat untuk korban yang terkena dampak banjir yang paling parah seperti Kampung Kikisik.

“Pada malam hari sekitar jam 11 malam, saya dibangungkan oleh orangtua saya, katanya ada banjir besar kaya tsunami ke arah kampung kami. Kami pun lari bersama orang tua ke masjid karena di sana lebih tinggi kata orangtua saya,” ujar Elsa (8) yang menjadi korban banjir bandang di Kampung Kikisik.

Sedangkan korban lain yang bernama Yusuf (15) yang bersekolah di SMA 6 Garut harus merelakan kakeknya terbawa arus banjir, “Air mulai tinggi sekitar jam 10 dan kami berhamburan keluar rumah untuk menuju tempat yang lebih tinggi. Awalnya kakek saya sempat ikut untuk menuju masjid tetapi beliau balik lagi ke kampung untuk menjemput yang lainnya tetapi sampai saat ini beliau tidak hadir diantara kami.”

Ibu Herni selaku koordinator Islamic Center menyampaikan bahwa terdapat setidaknya 19 orang yang masih dinyatakan hilang dan korban yang menempati Islamic Center mengalami trauma, “para korban akan berlari masuk ke ruangan jika sudah mendengar petir dan terdapat tanda-tanda datangnya hujan. Bahkan sejumlah warga tidak mau kembali ke lingkungan mereka untuk mengambil berbagai bantuan atau ditawarkan untuk membangun kembali rumah mereka yang sudah melebur dengan tanah.”

Kepedulian Universitas Pertamina yang turun langsung ke lokasi kejadian ini diharapkan dapat meringankan para korban yang terkena dampak banjir di Garut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *