Membangun SDM Unggul Indonesia Sambutan Rektor Universitas Pertamina pada Dies Natalis Universitas Pertamina Tahun 2020

Yang kami hormati,

Menteri PPN/ Kepala BAPENNAS, Bapak Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa;

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Ibu Nicke Widyawati beserta para Direksi PT Pertamina (Persero)/ dalam hal ini diwakili oleh Direkur SDM;

Pimpinan dan anggota Dewan Penasehat Universitas Pertamina;

Bapak/ Ibu Para Rektor mitra Universitas Pertamina, atau yang mewakili;

Pimpinan Pertamina Foundation;

Para Pengelola Universitas Pertamina;

Rekan-rekan wartawan, baik media cetak maupun elektronik;

Rekan-rekan dosen dan tenaga kependidikan;

Para mahasiswa Universitas Pertamina yang kami cintai dan banggakan;

Para undangan yang saat ini hadir dan Hadirin sekalian yang saya muliakan

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat Pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas rahmat dan ridha-Nya sehingga pada pagi hari yang sangat berbahagia ini, kita semua bisa hadir di Gedung PWP dalam rangka melaksanakan Sidang Terbuka Dies Natalis Universitas Pertamina yang Keempat.

Hari ini, genap empat tahun usia Universitas Pertamina. Empat tahun yang lalu, pada tanggal 11 Februari 2016, Universitas Pertamina diresmikan oleh Menristekdikti Republik Indonesia, Bapak Prof. Mohamad Nasir dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bapak Dr. Dwi Soetjipto.

Dalam peresmiannya, Universitas Pertamina digadang-gadang akan menjadi perguruan tinggi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya dalam mencetak SDM yang berkuliatas. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada saat itu, dalam pidatonya mengutarakan bahwa Universitas Pertamina diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dalam memenuhi tuntutan lapangan kerja dan dapat menciptakan peluang kerja atau dalam bahasa yang biasa kita kenal dengan sebutan universitas generasi ketiga. Universitas Pertamina juga diharapkan mampu membuka kesempatan mengenyam pendidikan tinggi bagi masyarakat seluas-luasnya, dan berkontribusi membangun ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan bangsa dan negara.

Di tahun keempat ini, Insya Allah, semangat yang melandasi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Universitas Pertamina masih tetap sama dengan semangat pada saat universitas ini diresmikan yaitu semangat membangun SDM yang berkualitas dan berkontribusi membangun ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan bangsa dan negara.

Para undangan dan hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan ini, perkenankan kami mengetengahkan suatu hal yang menurut hemat kami perlu kita cermati bersama yaitu tentang membangun SDM unggul Indonesia.

Para undangan dan hadirin yang saya muliakan,

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam setiap perjalanan sejarah bangsa yang maju, selalu dapat kita temukan peran perguruan tinggi dalam dinamika masyarakatnya. Bahkan, perguruan tinggi dapat dikatakan sebagai institusi tertua yang ada di sebuah negara karena tidak mungkin sebuah negara dapat maju dan berkembang, jika tidak memiliki sistem pendidikan yang bermutu.

Pendidikan tinggi di Indonesia memiliki peran dan posisi strategis bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menegaskan bahwa tujuan pendirian negara, antara lain, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak mungkin suatu negara sanggup memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa adanya pendidikan tinggi yang berkualitas.

Para undangan dan hadirin yang berbahagia,

Presiden Republik Indonesia, dalam berbagai forum mengutarakan bahwa membangun SDM unggul merupakan prioritas utama pemerintah Republik Indonesia. Bahkan, tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia pada tahun 2019 adalah, “SDM Unggul, Indonesia Maju.” Tema besar ini mengandung makna bahwa kemajuan Indonesia dapat dicapai jika didukung oleh pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul. Pembangunan Sumber Daya Manusia adalah kunci kemajuan Indonesia di masa depan. SDM unggul memiliki korelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dalam memenangkan persaingan baik dalam dunia bisnis, ekonomi, politik dan budaya.

Dalam membangun SDM yang unggul, perguruan tinggi harus tampil di garda terdepan. Perguruan tinggi adalah institusi yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni dalam mencetak Sumber Daya Manusia yang kompetitif, inovatif, dan berkarakter yang mampu bersaing di tingkat global.

Semua negara saat ini sedang berlomba mempersiapkan SDM unggul. Hasil riset World Economic Forum tahun 2016, menyebutkan bahwa China menempati urutan pertama sebagai negara dengan lulusan program studi science, technology, engineering, and mathematics (STEM) terbanyak, yaitu 4,7 juta lulusan, disusul India dengan jumlah 2,6 juta lulusan. Sedangkan Indonesia, berjumlah 206.000 lulusan. Jumlah lulusan STEM dari Indonesia terpaut jauh dengan Cina dan India karena perguruan tinggi di Indonesia masih didominasi oleh prodi-prodi non-STEM.

Dari 6,5 juta mahasiswa yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, saat ini hanya sekitar 2 juta atau 30% mahasiswa yang mengambil bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam, kesehatan, teknik, serta pertanian. Percepatan pembangunan infrastruktur yang ditargetkan oleh Presiden Republik Indonesia tentu membutuhkan banyak SDM terampil yang memiliki kompetensi di bidang engineering dan natural science. Tentu, hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah dan institusi pendidikan untuk meningkatkan jumlah SDM yang memiliki keterampilan di tengah derasnya harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan potensi bonus demografi dan anugerah sumber daya alam. Jika pengelolaan program studi STEM tidak berjalan dengan baik, maka bonus demografi pada tahun 2030 justru akan menimbulkan malapetaka (demographic dissaster).

Para undangan dan hadirin yang saya muliakan,

Indonesia sedang menyongsong bonus demografi. Beberapa lembaga survei asing memprediksi Indonesia akan sejajar dengan Cina dan Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Namun, bonus demografi tak akan datang dengan sendirinya, tetapi SDM unggul perlu direncanakan dan dikembangkan.

SDM unggul yang digadang-gadang akan menjadi bonus demografi semestinya proporsi terbanyaknya diisi oleh lulusan program studi vokasi yang memiliki kualifikasi untuk bekerja dan berkontribusi di tengah masyarakat. Namun, tentu tidak berarti meniadakan SDM unggul dari kalangan akademisi dan peneliti. Memang diperlukan kalangan pekerja terampil, tetapi tentu harus ada pula kalangan yang memiliki kemampuan akademik tinggi untuk melakukan penelitian dan inovasi teknologi baru.

Oleh sebab itu, revitalisasi pendidikan vokasi perlu menjadi arus utama pendidikan tinggi. SDM unggul yang memiliki keterampilan siap kerja dihasilkan melalui pendidikan vokasi. Arah kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan patut kita apresiasi. Saat ini, Kemendikbud memiliki dua Direktorat Jenderal (Ditjen) yang fokus di pendidikan tinggi, yaitu Ditjen DIKTI dan Ditjen Vokasi. Ditjen Vokasi akan fokus menangani program studi dalam bidang vokasi (kejuruan), baik SMK maupun perguruan tinggi.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

Universitas Pertamina sedang berjalan menuju tujuan besar, yaitu ikut dalam penyiapan SDM unggul Indonesia. Universitas Pertamina, tentu juga universitas lain, dituntut untuk menyiapkan generasi emas 2045. Pada tahun 2045, lebih dari 60% penduduk Indonesia masih tergolong usia muda. Dalam tataran teknis, Universitas Pertamina berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah dan industri agar perencanaan program, desain kurikulum, dan standar pendidikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, dengan kata lain link and match.

Dies Natalis ke-4 merupakan momentum penting bagi Universitas Pertamina untuk semakin meningkatkan kualitas institusi. Sesuai dengan rencana strategis Universitas Pertamina, tahun 2020 ditetapkan sebagai tahun peralihan dari fase berkembang (bloom phase) menuju fase stabil (stable phase) dalam rangka menuju visi menjadi universitas kelas dunia (world class university) di bidang energi pada tahun 2035.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

Dalam proses studi, mahasiswa Universitas Pertamina didorong untuk berprestasi tidak hanya di bidang akademik, namun juga non akademik. Tercatat, ada 216 prestasi yang diraih mahasiswa Universitas Pertamina sepanjang tahun 2019, artinya jika satu tahun ada 240 hari kerja, maka setiap hari ada satu mahasiswa Universitas Pertamina yang menorehkan prestasi baik di tingkat provinsi, nasional, atau internasional. Hal tersebut dapat terjadi, salah satunya karena sejak tahun 2016, sejak mahasiswa angkatan pertama, mahasiswa telah diperkenalkan dengan kultur kompetisi. Universitas Pertamina memberikan dana kompetitif bagi himpunan mahasiswa dan UKM untuk mengikuti berbagai kompetisi. Di antara prestasi gemilang yang diraih mahasiswa adalah Best of the best category dan juara 1 kategori biofuel pada International Biotechnology Competition  & Exhibition, Univ. Teknologi Malaysia; serta 2 medali perak dan 1 medali perunggu di 13th International Earth Science Olympiad (IESO) yang diselenggarakan di Daegu, Korea Selatan. Dalam kompetisi ekstrakurikuler internasional, mahasiswa Universitas Pertamina pernah memperoleh medali emas, perak, dan perunggu pada kejuaraan pencak silat Paku Bumi Open Asia dan Eropa tahun 2019.

Aspek pelayanan, pembinaan, dan evaluasi dalam bidang kemahasiswaan terus kami tingkatkan. Alhamdulillah, tahun lalu, berdasarkan Klasterisasi Kinerja Kemahasiswaan Non Vokasi tahun 2019 yang dinilai dan ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Pertamina menduduki posisi ke-96 dari 2.141 perguruan tinggi di Indonesia. Sebuah prestasi yang cukup baik bagi universitas yang tergolong masih sangat muda.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

Dalam rangka menghasilkan sarjana plus, yaitu sarjana yang memiliki kecendikiaan sekaligus memiliki kecakapan untuk mengisi pos-pos industri, maka selain harus baik di aspek akedemik dan mumpuni di aspek non akademik, mahasiswa juga diwajibkan untuk magang di industri. Tercatat, sekitar 870 mahasiswa angkatan pertama Universitas Pertamina telah mengikuti magang di berbagai instansi dengan rincian 570 mahasiswa magang di PT Pertamina (Persero) dan anak-anak perusahaannya, sekitar 40 mahasiswa magang bersertifikat FHCI di BUMN, dan 250 mahasiswa magang di berbagai sektor termasuk instansi pemerintah. Hal ini sejalan dengan kebijakan Mendikbud RI yang baru keluar di bulan Januari 2020.

Saat magang, mahasiswa dapat belajar langsung dari kalangan praktisi untuk penguatan di bidangnya masing-masing. Di saat magang sekaligus mahasiswa dapat menerapkan apa yang telah dipelajari di kelas. Salah seorang mahasiswa program studi Ilmu Komputer, bernama Megandi, saat magang di PT Pertamina EP Cepu ADK (PEPC ADK), mengajukan proyek pembuatan aplikasi Pelaporan Keselamatan Kerja yang dinamai PEKA DIGI. Setelah melewati serangkaian persetujuan proses pembuatan, aplikasi tersebut berhasil launching di dua kantor PEPC ADK yang berlokasi di Jakarta dan Cepu pada tanggal 17 September 2019. Pada bulan Oktober 2019, PT Pertamina EP Cepu ADK, mengusung aplikasi tersebut ke ajang kompetisi Continuous Improvement Program PT Pertamina (Persero). Alhamdulillah, aplikasi karya mahasiswa tersebut berhasil mendapatkan gold certificate. Kemudian, PEKA DIGI juga dilombakan pada acara Forum Hulu PT Pertamina (Persero) pada November 2019. Di ajang tersebut, PEKA DIGI juga berhasil meraih medali emas.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

1 Februari 2016 adalah tanggal diresmikannya Universitas Pertamina. Namun, kalender akademik Universitas Pertamina baru dimulai pada tanggal 22 Agustus 2016 yang ditandai dengan dimulainya perkuliahan bagi mahasiswa angkatan pertama. Satu siklus akademik kelulusan mahasiswa akan dimulai tahun ini. Bulan Maret 2020, Universitas Pertamina akan mengadakan wisuda angkatan pertama.

Prestasi yang cukup membanggakan, sekitar 70 mahasiswa atau 35% mahasiswa yang akan lulus di bulan Maret 2020, diperkirakan akan menyandang predikat cumlaude, dan yang sangat membanggakan, bahwa di antara mahasiswa yang akan lulus, ternyata telah diterima bekerja di beberapa instansi dan perusahaan, atau bahkan telah memiliki perusahaan rintisan (startup company).

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

Aspek tridarma yang kedua adalah penelitian. Di bidang penelitian, berdasarkan hasil evaluasi kinerja penelitian tahun 2016 sampai 2018, yang dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi, Universitas Pertamina telah masuk dalam klaster penelitian madya. Penilaian klaster madya ini tidak lepas dari performansi tenaga pendidik dalam bidang penelitian. Karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras para dosen dalam bidang penelitian. Tahun 2019 tercatat ada 75 dari 160 dosen yang aktif dalam penelitian.

Untuk mendorong para dosen melakukan penelitian dan publikasi ilmiah, Universitas Pertamina memberikan beberapa skema kompetisi dalam pendanaan penelitian. Di antaranya adalah sekema penelitian dalam bentuk hibah penelitian tahunan, hibah penelitian selektif yang kami sebut UPSkilling, dan hibah penelitian dikti. Selain itu ada pula riset kolaboratif dengan mitra lembaga, perusahaan, maupun perguruan tinggi baik di tingkat tingkat nasional dan internasional, di antaranya adalah kolaborasi penelitian internasional UP-UTP (Malaysia), kolaborasi nasional UP-UISI, kolaborasi mitra UP-RTC, serta kolaborasi mitra UP-Batelle (USA). Tidak hanya berhenti di riset, salh satu hasil penelitian kemitraan ini sedang dalam proses pengurusan hak paten. Harapannya adalah, Universitas Pertamina tidak hanya menjadi teaching university, namun dengan riset kolaboratif bersama mitra industri dan pemerintah, Universitas Pertamina mampu menjadi research university, bahkan entrepreneurial university.

Aspek tridarma yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Ilmu pengetahuan yang bermanfaat tentunya bukan hanya ilmu yang disimpan untuk diri sendiri atau hanya menjadi tumpukan hasil penelitian usang di laboratorium dan perpustakaan, melainkan ilmu yang diaplikasikan sesuai fungsinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Pada aspek pengabdian kepada masyarakat, Universitas Pertamina mempunyai program yang disebut UP-Reach yang di antara bentuk kegiatannya adalah kolaborasi dengan industri dan/ atau pemerintah. Beberapa kegiatan yang saat ini sedang berjalan adalah kegiatan pendampingan pelaku bisnis UMKM di beberapa wilayah, pengelolaan limbah batik di Tasikmalaya, dan program pengelolaan sampah dan optimasi tempat pemrosesan akhir sampah di kawasan Bogor.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

Kolaborasi adalah kata kunci untuk mencapai tujuan-tujuan besar. Perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi yang baik antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan pemerintah. Dengan segala keterbatasannya, perguruan tinggi tidak mungkin menanggung sendiri dana untuk riset atau penelitian. Untuk itu dibutuhkan kerja kolaboratif antara industri dan perguruan tinggi. Di satu sisi, industri menyediakan program dan anggaran, di sisi lain, perguruan tinggi menyediakan SDM untuk melakukan riset dan menghasilkan inovasi. Pemerintah pun harus berperan dalam aspek kelembagaan kerjasama dan insentif bagi perguruan tinggi dan industri untuk mendorong kerjasama dalam kegiatan riset dan pengembangan secara kolaboratif. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para mitra baik dari sektor pendidikan, industri, LSM, dan pemerintah baik dalam negeri maupun luar negeri yang memberikan kepercayaan kepada Universitas Pertamina untuk melaksanakan kegiatan kerja sama.

Tercatat, di tahun ke-4 ini, Universitas Pertamina telah memiliki 62 kerjasama dengan sektor industri, 52 kerjasama dengan sektor pemerintahan, dan 62 kolaborasi dengan perguruan tinggi yang 30 di antaranya adalah perguruan tinggi luar negeri. Sepanjang tahun 2019, Universitas Pertamina telah menjalin kerjasama terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan perguruan tinggi yang ada di kawasan ASIA, Eropa, dan Amerika Serikat di antaranya dengan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia; National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan; Toyohashi University of Technology (TUT), Jepang; Universite de Poitiers, Perancis; dan Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat; TOMKS State Univesity, Rusia; Tajik National University, Tajikistan;

Sedangkan kemitraan di bidang pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat dengan pemerintah dan industri yang telah terjalin di antaranya dengan PT Pertamina (Persero); PT Pertamina Training and Consulting; PT Schlumberger Geophysics Nusantara; ASEAN Centre for Energy; PT Bursa Efek Indonesia; Pemerintah Kota Tasikmalaya; Pemerintah Kabupaten Bogor; Pemerintah Kota Sukabumi; SKK Migas; PT Garuda Indonesia; dan PT PELNI (Persero); dan beberapa mitra lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Hari ini, kami mendengar kabar gembira bahwa Schlumberger memberikan donasi hardware berupa server dan workstation senilai USD 27 juta kepada Universitas Pertamina. Hardware tersebut akan dipakai oleh mahasiswa di semester ini untuk mengerjakan tugas akhir. Pada hari ini juga Insya Allah akan dilakukan penandatanganan MoU dengan beberapa mitra baru. Kami ucapkan terimakasih atas kesediaan Bapak/ Ibu mitra yang memberikan kepercayaan kepada Universitas Pertamina sebagai mitra kolaborasi.

Para insan pendidikan dan hadirin yang saya muliakan,

Pada hari yang berbahagia ini, seperti yang ada dalam tradisi universitas-universitas besar, akan ada orasi ilmiah yang akan disampaikan oleh Menteri PPN/ Kepala BAPENNAS RI, Bapak Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Menteri, atas pencurahan waktu, tenaga dan pikiran yang telah diberikan untuk menyiapkan orasi ilmiah ini. Semoga kita semua dapat memetik manfaat dari orasi ilmiah ini.

Perkenankan pada kesempatan Dies Natalis yang berbahagia ini, saya atas nama Rektor Universitas Pertamina menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang dalam kepada PT Pertamina (Persero), Pertamina Foundation dan seluruh sivitas akademika serta para pegawai Universitas Pertamina yang telah meraih prestasi yang membanggakan kita semua dalam periode empat tahun ini. Di samping itu kami juga ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kami kepada seluruh mitra universitas yang telah bekerja sama dengan kami selama ini. Segala macam kemajuan yang terjadi, semuanya adalah kerja kolektif setiap individu dan kerja kolektif bersama mitra.

Ucapan terimakasih yang dalam kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu, Para Undangan, Rekan-Rekan Media, serta Adik-Adik Mahasiswa yang hadir pada acara Sidang Terbuka Dies Natalis Universitas Pertamina yang Keempat.

Sebagai akhir dari sambutan ini, marilah kita panjatkan doa semoga Allah melimpahkan kepada kita semua rasa kepedulian dan kebersamaan yang tinggi serta kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan kegiatan dan tugas kita bersama sehingga kita mampu berkontribusi maksimal dalam pengayaan khazanah keilmuan serta dalam proses pembangunan bangsa dan negara kita yang tercinta ini. Amin, Amin ya Rabbal ‘alamin..

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Prof. Akhmaloka, Ph.D.

Rektor Universitas Pertamina

Contact Appointment